PURWA WACANA

Om Swastiastu,

Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011 Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga; Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka, Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE

Om Santhi, santhi, santhi Om


Minggu, 26 Juli 2009

PEMBANGUNAN PURA PERTAMA DI EROPA

Pada hari raya Kuningan yang jatuh pada tangggal 30 Agustus 2008 yang lalu, umat Hindu Indonesia di Jerman merayakannya secara bersama di Hamburg. Upacara sembahyang dipimpin oleh Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi, yang datang dari Bali beberapa hari sebelumnya.

Pada hari Kuningan ini, umat Hindu berdatangan dari segala pelosok negara Jerman, dan bahkan ada yang menempuh jarak 800 km untuk menghadiri hari istimewa ini. Para anggota Nyama Braya Bali membagi tugasnya secara komunal seperti layaknya di Bali. Pembagian tugas dari pembuatan upakara yang dipimpin oleh Nyoman Sukayahadi hingga memimpin Gamelan oleh I Wayan Pica. Semua pihak sibuk berhari-hari untuk menyukseskan acara ini.

Pada kesempatan ini, Bhagawan Dwija memberikan wejangan tentang Tri Hita Karana, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama , dan dengan Alam. Selain itu sebagai pembimbing Rohani umat Hindu di Jerman, Bhagawan Dwija juga memberi pesan kepada umat Hindu asal Indonesia, agar berterimakasih kepada negara Jerman, dan dapat melanjutkan hubungan baik yang telah ada. Juga menghimbau pada orang Jerman yang banyak hadir di upacara itu, agar dapat diterima sebagai saudara sendiri, sehingga dapat terjalin hubungan persaudaraan di perantauan walau berbeda bangsa.

Selain memimpin upacara hari Kuningan ini, kedatangan Bhagawan Dwija juga untuk melaksanakan upacara „ menanam pedagingan“ suatu upacara dalam rangka perletakan batu pertama pembangunan Pura di Eropa. Pemerintah kota Hamburg melalui Museum für Völkerkunde telah mengijinkan Pura ini dibangun di depan gedung museum yang megah.

Sebelum inisiatif ini, umat Hindu Bali/ Indonesia belum memiliki bangunan suci. Oleh karena itu merasa sangat terharu dan berterimakasih karena tempat suci dalam bentuk Pura Jagad (umum) yang belum pernah ada di benua Eropa, dapat diwujudkan di Hamburg.

Pura ini bisa diraih dengan adanya kerjasama yang baik dari pihak museum di Hamburg, dengan Bali selama bertahun tahun. Selain Pura ini, sejak tahun 2004 museum ini memiliki pameran tetap yang besar dengan tema Bali. Pembiayaan pembangunan Pura ini didanai oleh seorang sponsor Jerman yang tak bersedia disebutkan namanya, yang belum pernah ke Bali tetapi merasa memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan Bali.

Perjuangan dan kerja keras masyarakat Indonesia, khususnya Bali ini di pelopori oleh Luh Gde Wirahmini, yang dengan kerja kerasnya serta kegigihan semua umat , Akhirnya keinginan ini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan Pura ini akan memakan waktu kira-kira setahun, yang dipimpin oleh Undagi I Nyoman Arthana

Semua ini dapat terlaksana tidak lepas dari peranan komunikasi melalui media Internet. Sejak dua tahun yang lalu umat Hindu Jerman memiliki sebuah komunitas banjar maya di Internet yang diorganisasi oleh Gusti Putu Alit Aryani. Melalui media ini maka komunikasi dan koordinasi baik dalam urusan pembangunan pura ataupun persiapan upacara dapat dilakukan secara lebih mudah dan cepat.

(Nyama Braya Bali di Jerman)
Gallery foto dapat anda kunjungi di http://nyamabrayabali.multiply.com/photos/album/17/Hari_Raya_Kuningan_2008_-Hamburg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar