Selasa, 23 November 2010
RENOVASI GENAH PAMELASTIAN DI BENOA
Minggu, 21 Februari 2010
KAHYANGAN TIGA DESA PEDUNGAN
PELINGGIH RING PURA PUSEH
Sketsa Pura Puseh:
Keterangan:
- Gedong Ida Pemayun Putra
- Gedong Susunan
- Gedong Pemayun Kembar
- Gedong Presanak dalem Sakenan
- Gedong Penyarikan
- Gedong Penyawangan Gunung Agung
- Gedong Ida Ratu Ayu Mas Manik
- Gedong Ratu Ayu
- Gedong Ratu Ayu Kerab Jagat
- Bale piyasan Susunan Puseh
- Bale pinyasan Pemayun Penyarikan
- Bale pinyasan Pemayun Kembar
- Gedong Ratu Made
- Gedong Ratu Ayu Naga Gombang (Pelancan)
- Penyawagan Bethara Bayu
- Gedong Pragina
- Bale Paselang
- Bale Gong
- Bale Pesantian
- Gedong Pelancan Gerombong Selem
- Bale Wantilan
- Bale Kulkul
Anggara Kasih Medangsya >Pujawali Ida Rikala Pujawali ngembak prabiya samian saking desa, prabiya bangunan physic saking desa, wantah sane manomor: 2,6,10,17,18,19,22.
Catatan:: Rikala pujawali Ratu Made Agung sinamian Tumpek Wayang medaging ngebek lan ngempet . Yening pujawaline ngempet, pelawatan druwena tangkil ke pura Panca Pendawa Pejeng Aji Tegalalang yening pujawaline ngembak wentah wenten wantuan saking desa 50% saking prabiya sane katelasang nanging yening ngempet wantah wentan wantuan saking desa marupa angkutan 2 (mobil iruzu/mini bus) kaenggen tangkil ke Pura Pejeng Aji. Nyabran sasih (ngelimon) katurang penyamblehan ayam ring pelancah ratu ayu. Prabiyan saking 2 banjar (Puseh lan menesa). Ring penyamblehan sasih sane ke 3 (bulan ke 3) Ratu Ayu melancaran ke Pura Desa lan Pura Dalem.
Pemangku: Wyn. Suka
Pengurus: Ketua I: Wyn. Suendi
Ketua II: Wyn. Riki
Sekretaris: Kd. Ariawan
Bendahara: Md. Jaya
PELINGGIH RING PURA DESA
Sketsa Denah Pura Desa
Keterangan:
- Gedong susunan Desa (susunanAgung luhurin)
- Padmasana (susunan Ketut Agung)
- Ratu Ayu gunung Agung
- Pemayun agung
- Tajuk pemayun Agung
- Gedong Ngurah Agung
- Gedong penyarikan
- Tajuk Ngurah Agung
- Tayuk susunan Agung Desa
- Kori Agung
- Bebentelan
- Semer
- Gedong Tu Made Pejangalan
- Taluk Tu Made Pejangalan
- Semer
- Bale Panjang/Agung
- Bale gong
- Bale kulkul
- Candi Betar kaler
- Candi Betar kauh
- Pemayun macan gading
- Pemayun murti (Naga)
- Bale piyan/bale banten
- Bale pererauhan
- Bale pesalin Pemangku
- Tugu
IDA BHETARA SANE MALINGGIH RING PURA DESA
- Susunan Agung
- Susunan Ketut Agung,
- Ratu Ayu Basukih
- Ratu Ayu Gunung Agung
- Ratu Ayu Dewi Danu
- Susunan wadan
- Sanak-sanak Ida
- Pemayun Agung
- Ngurah Agung
- Ratu Made Bima
- Pemayun Cakrageni
- Pemayun Matur Cakti
- Pemayun Gatot Kaca
- Tu Made Pejagalan
- Tu Made Agung
- Pemayun Putra
- Pemayun Alit
- Pemayun Lanang Bendega
- Ratu Ayu Mas Manik Tasikin Segara
- susunan Wadun
- Pemayun murti
- Pemayun Majapahit
- Bojok barak
- Bojok Alit
- Bojok salem
- Ratu Ayu Bang
- Ratu Ayu Alit
- Balang tamak
- Ratu Gede Penyarikan
¬ Bale Iringan, juru song-song, juru pudut
- Gerombong selem
- Liak barak
- Liak gundul
- Kala bang
- Kale ireng
- Pemayun macan gading
- Pemayun anom
KE SAH IDA BETARA
- Ratu Ayu Basukih, Pemayun murti > saking Pura Besakih
- Pemayun macan gading > saking pura andakasa
- Pemayun Bojok Barak, Bojok Alit > Pura Lempuyang
4. Bojok Selem > Alas Harum
- Ratu Ayu Bang > saking Pura Batur
- Tu Made Pejagalan > saking Dalem Peed
- Tu Made Bima > saking Pura Goa Gong
- Pemayun Lanang Bendega, > Ratu Ayu Mas Manik Tasiking segara > saking Pura Susunan Wadan Sekenan
Catatan :
Setiap Buda Cemeng Kelawu (6 bulan sekali) sepatutnya tangkil ke Pura Besakih (Puseh Jagat:Besukihan Penataran Agung, lan Pura Rambut Sedana, Pura Goa Raja), namun dalam pelaksanaannya hanya 1 tahun sekali tangkil ke Pura tersebut.
Upakara Ring Pujawali (Anggara Kliwon Medangsia)
Antara lain:
1. Udel kurenan 3 soroh
2.Pulogembal 1
3.Sesayut pengambian 8 soroh
4.Pejati kurang-lebih 50
5.Daksina lingging 50
6.Nasi linggih 50
7.Kawas 250
8.Canang 1.500
9.Pesucian 75
10.Jaja kukus linggih 50
11.Jaja pemendakan 75
12.Suci 18
13.Lebah 8
14.Penjor 12 & lamak gede/cenik & sampian secukupnya
Sabtu, 05 Desember 2009
WALIKOTA TATAP MUKA DENGAN KRAMA SUBAK KERDUNG

Pelestarian dan keberadaan Tanah pertanian dan subak di Kota Denpasar harus dipertahankan. Jangan sampai setiap tahunnya mengalami penyusutan yang dipergunakan untuk peruntukan perumahan atau yang lainnya. Pelestarian subak ini bukan saja menjadi tanggung jawab Pemkot, tapi bagaimana krama subak ikut aktif menjaga dan mempertahankan lahan yang ada di wilayah subak masing-masing. ”Mari kita bersama-sama berupaya melestarikan dan mempertahankan keberadaan subak,” kata Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat tatap muka dengan krama subak Kerdung Pedungan, Jumat (4/11). (Oka)
Untuk mengantisipasi terjadinya alih fungsi lahan pertanian orang nomor satu di jajaran Pemkot Denpasar ini sepakat dengan krama subak Kerdung agar ijin pengkavlingan lahan agar distop bagi daerah jalur hijau. Selain itu langkah antisipasi yang harus dilakukan krama subak juga jangan cepat-cepat menjual tanahnya. Untuk itu pihaknya melalui SKPD terkait selalu berupaya melakukan pemberdayaan krama subak dengan berbagai pelatihan dan bantuan material. Dan membebaskan lahan pertanian dari pajak ” Untuk tanah pertanian dan jalur hijau Pajaknya telah disubsidi oleh Pemkot Denpasar yang jumlahnya mencapai 2,5 Milyar lebih. Dan melarang pengembang membangun perumahan dilahan pertanian yang produktif namun mengarahkan kedaerah L/C ”ungkap Rai Mantra yang hoby naik sepeda ini. Sembari mengaku Wayan Tama, Pekaseh Subak Kerdung dihadapan Wali Kota Rai Mantra didampingi Camat Densel IB. Alit Wiradana, dan Lurah Pedungan, I Nyoman Lodra mengungkapkan saat ini lahan pertanian yang digarap oleh krama subak berjumlah 250 orang seluas 240 Ha. Luasnya lahan pertanian yang dimiliki krama subak Kerdung menjadikan subak yang saat ini melakukan pola tanam padi mendapatkan predikat subak yang paling luas di Kota Denpasar.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Nyoman Ambara menyampaikan untuk Subak Kerdung sudah diberikan bantuan pengembangan padi organik seluas 10 Ha, bantuan benih padi, pupuk urea, phoska, petroganik dan para petani pelaksana juga diberikan insentif. Selain itu pihaknya juga membantu benih dan pupuk yang subsidi ganda untuk lahan seluas 70 Ha. Sedangkan bantuan lainnya berupa jaringan irigasi dan membuatkan jalan sepanjang 4 Km dengan lebar 2 m yang peruntukannya untuk mempermudah bagi petani dalam beraktivitas seperti membawa traktor, gabah dan mengangkut hasil pertanian lainnya. Khusus untuk penggarapan jalan hingga saat ini baru selesai 60% yang dikerjakan mulai bulan Nopember dan akhir bulan ini sudah rampung. (Oka)
Minggu, 16 Agustus 2009
Walikota Tanam 800 Pohon Langka di Desa Pedungan

Sebanyak 800 pohon langka, Minggu (15/2) ditanam diwilayah Desa Pakraman Pedungan. Penanaman pohon langka berbagai jenis ini langsung dilakukan Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Camat Densel IB. Alit Wiradana di wantilan Pura Dalem Pakerisan Desa Pakraman Pedungan. Sebelum melakukan penanaman pohon Walikota
menyerahkan bibit pohon langka masing-masing kepada Lurah Pedungan dan Bendesa Pakraman Pedungan. Rai Mantra ditemui disela-sela penanaman pohon menegaskan gerakan penanaman pohon
dan kerja bakti yang melibatkan partisipasi karma Denpasar salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Denpasar cleen and green city . Selain sebagai motivasi agar masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian dan kebersihan lingkungan. “Jangan sampai ada anggapan kebersihan hanya jadi tanggung jawab pemerintah,” ingat Rai Mantra. Lanjut Rai Mantra mengelola kebersihan harus dilakukan secara bersama-sama dan
kontinyu. Mengubah perilaku warga untuk hidup bersih memang tidak mudah. Namun untuk menuju perubahan perilaku, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan secara kontinyu melakukan kebersihan dimasing-masing lingkungan. Menurut Rai Mantra, jika perilaku hidup bersih sudah menjadi kebiasaan dapat dipastikan lingkungan akan
menjadi bersih. “Tingkat kebersihan tersebut sangat tergantung dari warga. Jika penduduknya tidak tertib dan taat jadwal dalam membuang sampah, maka konsekuensinya kurang sadarnya masyarakat akan kebersihan,” ungkap Rai Mantra. Lurah Pedungan, I Nyoman Lodra mengungkapkan penanaman pohon langka dan kerja bakti yang dilakukan di 14 banjar adat se- Desa Pakraman Pedungan ini melibatkan 12 ribu lebih krama. Kegiatan kali ini difokuskan menanam pohon dan aksi bersih-bersih di 6
setra yang ada selain di masing-masing lingkungan banjar. Adapun pohon langka yang ditanam diantaranya pohon pinang, muneh, kelecung, cempaka, kelapa, macagau dan cendana.
Selebihnya Lodra didampingi Bendesa Pakraman Pedungan, Nyoman Sumantra menambahkan
kegiatan ini bentuk partisipasi ikut merayakan HUT Kota Denpasar ke- 17 dan sekaligus dalam upaya dukungan krama adat Pedungan dalam melestarikan setra. Kegiatan ini juga dalam upaya pihaknya mendukung program Jumat Bersih yang dijadikan
program bidang kebersihan oleh Camat Densel.
Sementara itu dihubungi terpisah salah seorang warga Pedungan, Made Dana menyambut baik program Pemkot dalam upaya pelestarikan lingkungan. Dia menyadari masih ada sebagian masyarakat kurang taat dengan waktu dan tempat pembuangan sampah. Hal inilah yang secara intensif terus dilakukan sosialisasinya oleh instansi terkait
dalam upaya agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tepat waktu demi
mewujudkan lingkungan bersih.
sumber berita: download disini (http://www.denpasarkota.go.id/instansi/?cid===AN&s=i_berita&id=1390)
Minggu, 05 Juli 2009
RENOVASI PEMPATAN AGUNG TAHUN 2006
Sabtu, 04 Juli 2009
PAVINGISASI DI PURA PUSEH
Kondisi sebelum dipasang paving
Setelah dipasang paving
Ketika pemasangan dilakukan hingga seluruh bagian barat pura Puseh, yakni daerah gang menuju rumah mangku Pura Puseh sudah dipaving
PEMBANGUNAN DI PURA DALEM PAKERISAN
1. BALE PANCA RESI (di Merajapati)
2. TUGU MERAJAPATI
3. BALE BARONG (di Jeroan Pura Dalem Pakerisan)
4. PANYENGKER TAMAN (di Madya Mandala)
5. BALE SAKA 6 (di Madya Mandala)
Gambar Lokasi pembangunan di Pura Dalem Pakerisan

Rencana pembangunan di rapatkan terlebih dahulu dengan pengempon Pura Dalem Pakerisan, Paruman (rapat) ini disaksikan pula Bapak Lurah Desa Pedungan.
Tugu Merajapati direnovasi dengan batu bata press,
Interior Bale Panca Resi yang letaknya dikembalikan dengan posisi semula yakni di sisi utara areal Merajapati
Tembok Pura Taman di

