PURWA WACANA

Om Swastiastu,

Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011 Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga; Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka, Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE

Om Santhi, santhi, santhi Om


Tampilkan postingan dengan label FISIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 November 2010

RENOVASI GENAH PAMELASTIAN DI BENOA

Pemerintah melalui para wakil rakyatnya (anggota DPRD) lewat dana aspirasi menggelontorkan dana buat pembangunan fisik di daerah-daerah. Desa Pakraman Pedungan tahun ini juga mendapatkan bantuan dimaksud, dimana penggunaannya di arahkan kepembangunan fisik Genah Pamelastian yang berlokasi di Benoa.

Minggu, 21 Februari 2010

KAHYANGAN TIGA DESA PEDUNGAN

PELINGGIH RING PURA PUSEH


Sketsa Pura Puseh:







Keterangan:

  1. Gedong Ida Pemayun Putra
  2. Gedong Susunan
  3. Gedong Pemayun Kembar
  4. Gedong Presanak dalem Sakenan
  5. Gedong Penyarikan
  6. Gedong Penyawangan Gunung Agung
  7. Gedong Ida Ratu Ayu Mas Manik
  8. Gedong Ratu Ayu
  9. Gedong Ratu Ayu Kerab Jagat
  10. Bale piyasan Susunan Puseh
  11. Bale pinyasan Pemayun Penyarikan
  12. Bale pinyasan Pemayun Kembar
  13. Gedong Ratu Made
  14. Gedong Ratu Ayu Naga Gombang (Pelancan)
  15. Penyawagan Bethara Bayu
  16. Gedong Pragina
  17. Bale Paselang
  18. Bale Gong
  19. Bale Pesantian
  20. Gedong Pelancan Gerombong Selem
  21. Bale Wantilan
  22. Bale Kulkul

Anggara Kasih Medangsya >Pujawali Ida Rikala Pujawali ngembak prabiya samian saking desa, prabiya bangunan physic saking desa, wantah sane manomor: 2,6,10,17,18,19,22.

Catatan:: Rikala pujawali Ratu Made Agung sinamian Tumpek Wayang medaging ngebek lan ngempet . Yening pujawaline ngempet, pelawatan druwena tangkil ke pura Panca Pendawa Pejeng Aji Tegalalang yening pujawaline ngembak wentah wenten wantuan saking desa 50% saking prabiya sane katelasang nanging yening ngempet wantah wentan wantuan saking desa marupa angkutan 2 (mobil iruzu/mini bus) kaenggen tangkil ke Pura Pejeng Aji. Nyabran sasih (ngelimon) katurang penyamblehan ayam ring pelancah ratu ayu. Prabiyan saking 2 banjar (Puseh lan menesa). Ring penyamblehan sasih sane ke 3 (bulan ke 3) Ratu Ayu melancaran ke Pura Desa lan Pura Dalem.

Pemangku: Wyn. Suka

Pengurus: Ketua I: Wyn. Suendi

Ketua II: Wyn. Riki

Sekretaris: Kd. Ariawan

Bendahara: Md. Jaya



PELINGGIH RING PURA DESA

Sketsa Denah Pura Desa



Keterangan:

  1. Gedong susunan Desa (susunanAgung luhurin)
  2. Padmasana (susunan Ketut Agung)
  3. Ratu Ayu gunung Agung
  4. Pemayun agung
  5. Tajuk pemayun Agung
  6. Gedong Ngurah Agung
  7. Gedong penyarikan
  8. Tajuk Ngurah Agung
  9. Tayuk susunan Agung Desa
  10. Kori Agung
  11. Bebentelan
  12. Semer
  13. Gedong Tu Made Pejangalan
  14. Taluk Tu Made Pejangalan
  15. Semer
  16. Bale Panjang/Agung
  17. Bale gong
  18. Bale kulkul
  19. Candi Betar kaler
  20. Candi Betar kauh
  21. Pemayun macan gading
  22. Pemayun murti (Naga)
  23. Bale piyan/bale banten
  24. Bale pererauhan
  25. Bale pesalin Pemangku
  26. Tugu

IDA BHETARA SANE MALINGGIH RING PURA DESA


  • Susunan Agung
  • Susunan Ketut Agung,
  • Ratu Ayu Basukih
  • Ratu Ayu Gunung Agung
  • Ratu Ayu Dewi Danu
  • Susunan wadan
  • Sanak-sanak Ida


  1. Pemayun Agung
  2. Ngurah Agung
  3. Ratu Made Bima
  4. Pemayun Cakrageni
  5. Pemayun Matur Cakti
  6. Pemayun Gatot Kaca
  7. Tu Made Pejagalan
  8. Tu Made Agung
  9. Pemayun Putra
  10. Pemayun Alit
  11. Pemayun Lanang Bendega
  12. Ratu Ayu Mas Manik Tasikin Segara
  13. susunan Wadun
  14. Pemayun murti
  15. Pemayun Majapahit
  16. Bojok barak
  17. Bojok Alit
  18. Bojok salem
  19. Ratu Ayu Bang
  20. Ratu Ayu Alit
  21. Balang tamak
  22. Ratu Gede Penyarikan

¬ Bale Iringan, juru song-song, juru pudut

  1. Gerombong selem
  2. Liak barak
  3. Liak gundul
  4. Kala bang
  5. Kale ireng
  6. Pemayun macan gading
  7. Pemayun anom

KE SAH IDA BETARA

  1. Ratu Ayu Basukih, Pemayun murti > saking Pura Besakih
  2. Pemayun macan gading > saking pura andakasa
  3. Pemayun Bojok Barak, Bojok Alit > Pura Lempuyang

4. Bojok Selem > Alas Harum

  1. Ratu Ayu Bang > saking Pura Batur
  2. Tu Made Pejagalan > saking Dalem Peed
  3. Tu Made Bima > saking Pura Goa Gong
  4. Pemayun Lanang Bendega, > Ratu Ayu Mas Manik Tasiking segara > saking Pura Susunan Wadan Sekenan

Catatan :

Setiap Buda Cemeng Kelawu (6 bulan sekali) sepatutnya tangkil ke Pura Besakih (Puseh Jagat:Besukihan Penataran Agung, lan Pura Rambut Sedana, Pura Goa Raja), namun dalam pelaksanaannya hanya 1 tahun sekali tangkil ke Pura tersebut.

Upakara Ring Pujawali (Anggara Kliwon Medangsia)

Antara lain:

1. Udel kurenan 3 soroh

2.Pulogembal 1

3.Sesayut pengambian 8 soroh

4.Pejati kurang-lebih 50

5.Daksina lingging 50

6.Nasi linggih 50

7.Kawas 250

8.Canang 1.500

9.Pesucian 75

10.Jaja kukus linggih 50

11.Jaja pemendakan 75

12.Suci 18

13.Lebah 8

14.Penjor 12 & lamak gede/cenik & sampian secukupnya

Sabtu, 05 Desember 2009

WALIKOTA TATAP MUKA DENGAN KRAMA SUBAK KERDUNG

sumber: www.denpasarkota.go.id
Pelestarian dan keberadaan Tanah pertanian dan subak di Kota Denpasar harus dipertahankan. Jangan sampai setiap tahunnya mengalami penyusutan yang dipergunakan untuk peruntukan perumahan atau yang lainnya. Pelestarian subak ini bukan saja menjadi tanggung jawab Pemkot, tapi bagaimana krama subak ikut aktif menjaga dan mempertahankan lahan yang ada di wilayah subak masing-masing. ”Mari kita bersama-sama berupaya melestarikan dan mempertahankan keberadaan subak,” kata Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat tatap muka dengan krama subak Kerdung Pedungan, Jumat (4/11). (Oka)
Untuk mengantisipasi terjadinya alih fungsi lahan pertanian orang nomor satu di jajaran Pemkot Denpasar ini sepakat dengan krama subak Kerdung agar ijin pengkavlingan lahan agar distop bagi daerah jalur hijau. Selain itu langkah antisipasi yang harus dilakukan krama subak juga jangan cepat-cepat menjual tanahnya. Untuk itu pihaknya melalui SKPD terkait selalu berupaya melakukan pemberdayaan krama subak dengan berbagai pelatihan dan bantuan material. Dan membebaskan lahan pertanian dari pajak ” Untuk tanah pertanian dan jalur hijau Pajaknya telah disubsidi oleh Pemkot Denpasar yang jumlahnya mencapai 2,5 Milyar lebih. Dan melarang pengembang membangun perumahan dilahan pertanian yang produktif namun mengarahkan kedaerah L/C ”ungkap Rai Mantra yang hoby naik sepeda ini. Sembari mengaku Wayan Tama, Pekaseh Subak Kerdung dihadapan Wali Kota Rai Mantra didampingi Camat Densel IB. Alit Wiradana, dan Lurah Pedungan, I Nyoman Lodra mengungkapkan saat ini lahan pertanian yang digarap oleh krama subak berjumlah 250 orang seluas 240 Ha. Luasnya lahan pertanian yang dimiliki krama subak Kerdung menjadikan subak yang saat ini melakukan pola tanam padi mendapatkan predikat subak yang paling luas di Kota Denpasar.

Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Nyoman Ambara menyampaikan untuk Subak Kerdung sudah diberikan bantuan pengembangan padi organik seluas 10 Ha, bantuan benih padi, pupuk urea, phoska, petroganik dan para petani pelaksana juga diberikan insentif. Selain itu pihaknya juga membantu benih dan pupuk yang subsidi ganda untuk lahan seluas 70 Ha. Sedangkan bantuan lainnya berupa jaringan irigasi dan membuatkan jalan sepanjang 4 Km dengan lebar 2 m yang peruntukannya untuk mempermudah bagi petani dalam beraktivitas seperti membawa traktor, gabah dan mengangkut hasil pertanian lainnya. Khusus untuk penggarapan jalan hingga saat ini baru selesai 60% yang dikerjakan mulai bulan Nopember dan akhir bulan ini sudah rampung. (Oka)

Minggu, 16 Agustus 2009

Walikota Tanam 800 Pohon Langka di Desa Pedungan


Sebanyak 800 pohon langka, Minggu (15/2) ditanam diwilayah Desa Pakraman Pedungan. Penanaman pohon langka berbagai jenis ini langsung dilakukan Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Camat Densel IB. Alit Wiradana di wantilan Pura Dalem Pakerisan Desa Pakraman Pedungan. Sebelum melakukan penanaman pohon Walikota
menyerahkan bibit pohon langka masing-masing kepada Lurah Pedungan dan Bendesa Pakraman Pedungan. Rai Mantra ditemui disela-sela penanaman pohon menegaskan gerakan penanaman pohon
dan kerja bakti yang melibatkan partisipasi karma Denpasar salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Denpasar cleen and green city . Selain sebagai motivasi agar masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian dan kebersihan lingkungan. “Jangan sampai ada anggapan kebersihan hanya jadi tanggung jawab pemerintah,” ingat Rai Mantra. Lanjut Rai Mantra mengelola kebersihan harus dilakukan secara bersama-sama dan
kontinyu. Mengubah perilaku warga untuk hidup bersih memang tidak mudah. Namun untuk menuju perubahan perilaku, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan secara kontinyu melakukan kebersihan dimasing-masing lingkungan. Menurut Rai Mantra, jika perilaku hidup bersih sudah menjadi kebiasaan dapat dipastikan lingkungan akan
menjadi bersih. “Tingkat kebersihan tersebut sangat tergantung dari warga. Jika penduduknya tidak tertib dan taat jadwal dalam membuang sampah, maka konsekuensinya kurang sadarnya masyarakat akan kebersihan,” ungkap Rai Mantra. Lurah Pedungan, I Nyoman Lodra mengungkapkan penanaman pohon langka dan kerja bakti yang dilakukan di 14 banjar adat se- Desa Pakraman Pedungan ini melibatkan 12 ribu lebih krama. Kegiatan kali ini difokuskan menanam pohon dan aksi bersih-bersih di 6
setra yang ada selain di masing-masing lingkungan banjar. Adapun pohon langka yang ditanam diantaranya pohon pinang, muneh, kelecung, cempaka, kelapa, macagau dan cendana.
Selebihnya Lodra didampingi Bendesa Pakraman Pedungan, Nyoman Sumantra menambahkan
kegiatan ini bentuk partisipasi ikut merayakan HUT Kota Denpasar ke- 17 dan sekaligus dalam upaya dukungan krama adat Pedungan dalam melestarikan setra. Kegiatan ini juga dalam upaya pihaknya mendukung program Jumat Bersih yang dijadikan
program bidang kebersihan oleh Camat Densel.
Sementara itu dihubungi terpisah salah seorang warga Pedungan, Made Dana menyambut baik program Pemkot dalam upaya pelestarikan lingkungan. Dia menyadari masih ada sebagian masyarakat kurang taat dengan waktu dan tempat pembuangan sampah. Hal inilah yang secara intensif terus dilakukan sosialisasinya oleh instansi terkait
dalam upaya agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tepat waktu demi
mewujudkan lingkungan bersih.
sumber berita: download disini (http://www.denpasarkota.go.id/instansi/?cid===AN&s=i_berita&id=1390)

Minggu, 05 Juli 2009

RENOVASI PEMPATAN AGUNG TAHUN 2006

Suatu kewajiban bagi sebuah desa pakraman untuk memperbaiki tugu di Margi Agung Desa atau biasa dikenal sebagai Pempatan Agung, dimana di tempat ini merupakan pusat desa dalam melaksanakan ritual rutin yakni di sasih kapitu (macaru desa)
































Sabtu, 04 Juli 2009

PAVINGISASI DI PURA PUSEH

Berkaitan dengan bantuan Pemprov untuk mengadakan kegiatan dibidang palemahan, maka alokasi dana bantuan tahun 2008 di arahkan ke Pura Puseh dalam bentuk Pavingisasi gang di sebelah barat Pura Puseh, yakni jalan atau gang menuju ke rumah tinggal Mangku Pura Puseh






Kondisi sebelum dipasang paving






Setelah dipasang paving



















Ketika pemasangan dilakukan hingga seluruh bagian barat pura Puseh, yakni daerah gang menuju rumah mangku Pura Puseh sudah dipaving





PEMBANGUNAN DI PURA DALEM PAKERISAN

Ada beberapa kegiatan pembangunan di Pura Dalem Pakerisan pada tahun 2007 - 2008, yakni:
1. BALE PANCA RESI (di Merajapati)
2. TUGU MERAJAPATI
3. BALE BARONG (di Jeroan Pura Dalem Pakerisan)
4. PANYENGKER TAMAN (di Madya Mandala)
5. BALE SAKA 6 (di Madya Mandala)

Gambar Lokasi pembangunan di Pura Dalem Pakerisan















Rencana pembangunan di rapatkan terlebih dahulu dengan pengempon Pura Dalem Pakerisan, Paruman (rapat) ini disaksikan pula Bapak Lurah Desa Pedungan.







Tugu Merajapati direnovasi dengan batu bata press,









Interior Bale Panca Resi yang letaknya dikembalikan dengan posisi semula yakni di sisi utara areal Merajapati







Tembok Pura Taman di