PURWA WACANA

Om Swastiastu,

Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011 Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga; Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka, Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE

Om Santhi, santhi, santhi Om


Minggu, 17 April 2011

Bupati Bagiada Resmikan LPD Desa Pejarakan

Gema perkembangan ekonomi yang dikomandani oleh lembaga perekonomian desa dengan nama LPD menjadi semakin bergema dengan berdirinya LPD Desa Pekraman Pejarakan Kecamatan Gerokgak di Singaraja.
Berikut ini petikan berita LPD bersangkutan yang dikutip dari http://setda.bulelengkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=346:bupati-bagiada-resmikan-lpd-desa-pejarakan&catid=1:latest-news

Banyak yang mengira Kecamatan Gerokgak wilayah barat Kabupaten Buleleng adalah daerah yang kering dengan banyak dijumpai perbukitan dan hutan yang merupakan daerah yang tidak produktif. Namun siapa sangka, jika disana berdiri gedung LPD (Lembaga Perkreditan Desa) yang megah dengan gaya arsitektur bali. Adalah di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. LPD Pejarakan tersebut berdiri diatas lahan 10 are. Dikerjakan sejak April 2010 dan diresmikan Rabu 6/4 oleh Bupati Buleleng, Drs.Putu Bagiada,MM.

Kehadiran LPD Pejarakan menurut Bupati Bagiada, menandakan tingkat perekonomian di daerah tersebut telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terlebih pembangunan gedung LPD tersebut memakan biaya 1,25 milyar. Dijelaskan, pemerintah mengapresiasi positif dengan berdirinya LPD di Desa Pejarakan dan menurut Bupati dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam membangun wilayahnya bukan hal mustahil di Kecamatan Gerokgak akan mampu berkembang menjadi sasaran investasi bagi penanam modal.” Saya optimis dengan potensi yang dimiliki, Kecamatan Gerokgak akan mampu menjadi pintu masuk Buleleng bagi investor yang akan menanamkan modalnya” ujar Bupati Bagiada yang saat bersamaan memberikan punia 5 juta kepada pengurus LPD.

Seperti dituturkan I Nengah Madra Kepala LPD Pejarakan, berdirinya gedung perkreditan tersebut sebelumnya telah mengalami pasang surut. Dimulai ditahun 1986 namun belum genap beroperasi 2 tahun LPD tersebut tutup dan vakum. Dengan kegigihan masyarakat dan perangkat Desa, Tahun 1994 LPD kembali beroperasi dengan meminjam gedung kantor dinas hingga di tahun 2011 LPD Pejarakan secara resmi memiliki gedung berlantai dua yang memiliki aset 35 milyar tersebut. ” Sampai dengan Bulan Desember 2010 LPD Pejarakan telah memiliki SHU 1,8 milyar yang 20% nya telah diberikan ke Desa Adat” tandasnya.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 11 April 2011 00:35)

Selasa, 12 April 2011

Hama Ulat Bulu ‘Serang’ Denpasar Pemkot Ambil Langkah Antisipasi

Wabah ulat bulu nampaknya sudah kian meluas. Buktinya selain Probolinggo dan kawasan Jatim lainnya, yang kemudian menyebar ke Singaraja, kini hama ulat bulu ini sudah masuk Denpasar, tepatnya di komplek Perumahan Bank Sri Parta Jalan Siulan, Gang Raflesia, Banjar Laplap Tengah, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur. Wabah ulat bulu ini langsung mendapatkan antisipasi oleh Pemkot Denpasar melalui Dinas terkait telah melakukan penyemprotan cairan pestisida.Pantauan di lokasi, Senin (11/4), keberadaan ulat bulu ini tidak hanya di pepohononan seperti Jeng Pinis, Sandat, Dapdap dan pohon waru, ulat bulu ini juga sudah sampai masuk ke beberapa rumah warga.

IB Sugamia pemilik rumah nomor 26 mengaku sejatinya ulat bulu tersebut sudah ada beberapa pohon samping rumahnya tersebut sejak empat hari sebelumnya. Namun baru Senin pagi, ulat tersebut sudah sampai di tembok dan teras rumahnya. “Awalnya saya kira, ulat biasa, jadi tidak seperti yang ada di Jawa dan Singaraja. Tapi kok lama-lama sampai ke rumah. Ternyata juga tidak di rumah saya saja, rumah tetangga yang lain juga ada yang kena, bahkan ada yang lebih parah,”jelas Sugamia

Terbanyak, ulat bulu ini menyerang rumah No 124. Menurut pemilik rumah, jumlahnya sampai puluhan. “Kemarin sore nempel di tembok, mungkin ada lebih dari 60 ekor. Langsung saya semprot dengan baygon (cairan pembasmi nyamuk),”akunya ditemui di lokasi.Sementara Kades Penatih Dangin Puri, Wayan Santa mengatakan kondisi ini tidak separah sebagaimana yang terjadi di jawa. Mungkin karena sudah musim. “Sebenarnya keberadaanya sudah ada sejak dulu, karena musim, dia muncul lagi. Mungkin karena kasus yang terjadi di jawa, dari warga sedekit resah dan was-was,”ucap Santa.

Camat Dentim, IB Alit menegaskan pihaknnya yakin ini tidak ada hubungannya dengan hawa ulat bulu di yang ada di Jatim. Alasannya di Bali pada masa sekarang ini, ulat bulu ini memang muncul dengan populasi yang lebih banyak. “Kalau di jawa yang diserang kan pohon mangga, kalau yang ini pohon sandat, waru dan lainnya,”ucap Alit. Untuk selanjutnya, alit mengaku akan menyerahkan ke instansi teknis.

Pada kesempatan yang sama, juga didatangi tim dari Balai Proteksi Tanamanan Pangan Terpadu dan Hortikultura (BPTPH) Porvinsi Bali. Petugas langsung mengambil sample sejumalh ulat bulu yang kemudian dimasukan ke box plastic. “Untuk selanjutnya akan kami periksa di laboratorium. Apakah jenisnya sama dengan yang ada di daerah lain. Setelah itu baru bisa diketahui metode pembasmiannya,”ucap petugas tersebut. Sementara dari informasi lain yang dapat dihimpun, ternyata selain di Dentim, hama ulat bulu ini juga menyerang Kecamatan Denpasar Utara tepatnya di Perumahan Nindya Indah, Jalan Seroja. Kasusnya sama, selain berada di pohon, ulat bulu ini juga sudah merambah ke tembok penyengker rumah warga. “Jenis ulat bulu yanga ada di Denut sama dengan yang ada di Dentim,”tandasnya.

Terkait hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat yakni Pemkot Denpasar, untuk meminta bantuan cairan pestisida, untuk dilakukan foging atau penyemprotan. “Untuk sementara ini kita akan lakukan foging. Namun jika keberadaan ulat bulu yang kalau di Bali disebut Ulat Singet ini terus mewabah. Kemungkinan, ke depan kita akan lakukan yadnya yakni upacara Pamlepeh atau pembersihan,”jelasnya.
sumber: http://www.denpasarkota.go.id/

Total Aset LPD di Badung Tembus Angka Rp 1,9 T

Mangupura (Bisnis Bali) – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Badung Ir. Dewa Made Apramana, M.M., Jumat (8/4) kemarin, menerima rombongan studi banding Pemkab Jombang di Ruang Pertemuan Kantor Bappeda Badung, Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala. Asisten II tersebut didampingi Kabag Ekonomi Drh. I Ketut Sudarsana, MMA beserta jajarannya.

Kepala BPMD Pemkab Jombang Ronald Sitompul selaku ketua rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan anggota rombongan adalah untuk mempelajari perkembangan lembaga perkreditan desa (LPD) yang ada di Kabupaten Badung. Perkembangan, pengelolaan, pengaturan dan kontribusi LPD di Badung yang bergerak dalam usaha simpan pinjam dengan modal swadaya masyarakat dinilai sangat berhasil.

Hal ini melatarbelakangi kedatangan rombongan Pemkab Jombang tersebut untuk secara langsung mempelajari hal-hal yang menjadi penyokong kesuksesan majunya LPD di Badung. Tim yang beranggotakan 16 orang tersebut direncanakan akan berada di Badung selama 3 hari dan akan melakukan studi langsung ke salah satu LPD di Badung.

Dewa Made Apramana menyambut baik maksud dari kunjungan Pemkab Jombang tersebut. Secara spesifik, Dewa Made Apramana memaparkan mengenai pertumbuhan LPD di Badung. Seperti yang telah diketahui bersama, hingga saat ini Badung memiliki 119 LPD yang tersebar di 6 kecamatan.

Kecamatan Petang memiliki 27 LPD, Kecamatan Abiansemal memiliki 32 LPD, Kecamatan Mengwi memiliki 37 LPD, Kecamatan Kuta Selatan 9 LPD, Kecamatan Kuta memiliki 6 LPD, dan Kecamatan Kuta Utara memiliki 8 LPD. Seluruh LPD tersebut dikelola langsung desa pekraman yang berada di wilayah masing-masing dengan dilandasi prisip Tri Hita Karana.

D isampaikan, salah satu kunci sukses majunya LPD di Badung adalah adanya sistem adat yang kuat yang menjiwai mental, pola dan sikap dari masyarakat di desa. Hingga saat ini, LPD telah mampu menopang keuangan masyarakat khususnya masyarakat miskin yang ada di wilayah Badung. Total aset yang dimiliki seluruh LPD di Badung saat ini mencapai Rp 1,9 trilyun, dengan total nasabah mencapai 74 ribu lebih. *sar

sumber: http://www.bisnisbali.com/2011/04/09/news/perbankan/ki.html

Selasa, 04 Januari 2011

PEMBUKAAN PASAR RAKYAT “PEKENAN TENTEN III”

“Mari kita dukung Program Pemerintah Kota Denpasar Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Berkelanjutan “ penegasan ini disampaikan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, SE disela-sela Pembukaan Pasar Rakyat “Pekenan Tenten III” yang dilaksanakan oleh ST Dharma Cantih Kelurahan Pedungan, Kamis (9/12) bertempat di Br. Pande Kelurahan Pedungan. Pembukaan yang dihadiri oleh Sekkot Denpasar Drs.AAN Rai Iswara,M.Si, Jajaran SKPD, Anggota DPRD Kota dan Provinsi, Kades/Lurah dan Tokoh-Tokoh Masyarakat setempat ditandai dengan Pemukulan Gong oleh Wakil Walikota Denpasar.

Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan Pemerintah terus mendorong sektor Perekonomian Kerakyatan sebagai tulang punggung Ekonomi Nasional. Dimana Ekonomi Kerakyatan merupakan salah satu kunci suksesnya Pembangunan Ekonomi Daerah juga sekaligus mengarah pada pemerataan pendapatan. Ditegaskannya pula peningkatan dan pelayanan bagi pengelola Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) tidak semata menjadi tanggung jawab Pemerintah saja tapi tanggung jawab semua pihak. Digelarnya Event Pasar Rakyat ini adalah untuk membangkitkan Sektor Ekonomi Masyarakat khususnya para pedagang kecil dan menengah di Denpasar. Jaya Negara juga mengharapkan peran aktif Generasi Muda dalam Pasar Rakyat ini sebagai wahana pembelajaran berwirausaha dimana nantinya Generasi Muda dituntut harus mampu memiliki jiwa kreatif dan inovatif dalam era global pungkas Jaya Negara.

Lurah Pedungan I Nyoman Lodra, SE,M.Si dalam sambutannya mengatakan Pekenan Tenten istilah jaman tempo dulu merupakan sebuah Pasar Dadakan yang sangat dinanti oleh masyarakat. Pasar Dadakan ini memakan waktu pendek yang bersifat hiburan di hari suci ini, namun tetap terjadi transaksi jual beli. Untuk itu Pekenan Tenten ini sangatlah perlu dilestarikan agar masyarakat bisa menjalankan perayaan hari suci Galungan dengan sederhana. Berdasarkan pengamatan kami selama tiga kali pelaksanaan Pekenan Tenten ini sangat mendapat dukungan penuh dari para Wirausaha kecil dan Menengah kebawah di Kota Denpasar. Pasar Rakyat ini berlangsung selama 2 hari yang diikuti oleh 183 pedagang pungkas Nyoman Lodra.

Usai melakukan Pemukulan Gong Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, SE dan Sekkot Drs.AAN Rai Iswara, M.Si bersama undangan lainnya juga berkesempatan keliling di seputar areal stand sambil sesekali berdialog dengan para pedagang. Dalam dialog tersebut selain mengagumi produk yang dihasilkan Jaya Negara juga menyarankan agar para pedagang selalu kreatif dalam membuat hasil kerajinannya.

Sumber berita di klik disini: http://www.denpasarkota.go.id/main.php?act=news&kd=6586

Selasa, 23 November 2010

RENOVASI GENAH PAMELASTIAN DI BENOA

Pemerintah melalui para wakil rakyatnya (anggota DPRD) lewat dana aspirasi menggelontorkan dana buat pembangunan fisik di daerah-daerah. Desa Pakraman Pedungan tahun ini juga mendapatkan bantuan dimaksud, dimana penggunaannya di arahkan kepembangunan fisik Genah Pamelastian yang berlokasi di Benoa.

Sabtu, 20 November 2010

LPD TERBAIK DI TINGKAT NASIONAL


Berita yang sangat menggembirakan adalah adanya pernyataan dari pihak luar dalam menilai keberadaan atau eksistensi LPD di tingkat Nasional, sebagaimana diberitakan dalam detik Financy:
Nusa Dua - Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali dinobatkan sebagai lembaga pemberi pinjaman kepada masyarakat pedesaan yang terbaik se-Indonesia. LPD di Bali mampu berkembang dengan baik karena ditopang oleh sistem kemasyarakatan yang disebut Banjar.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Gerakan Masyarakat Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM) Indonesia Bambang Ismawan, di sela-sela Pertemuan Kredit Mikro Asia-Pasifik di Bali International Convention center (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (28/7/2008).
"Sistem banjar menghidupkan kinerja LPD-LPD. LPD di Bali penggarap sektor keuangan mikro terbaik di Tanah Air," kata Ismawan.
Ismawan menambahkan, LPD di Bali dapat merupakan yang terbaik di Indonesia terutama di tingkat grassroot. LPD di Bali terintegrasi dengan sistem kemasyarakatan atau banjar.

Berita tersebut telah digaungkan pada Senin, 28/07/2008 atau dua tahun telah berlalu. Kini oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pun memuji LPD di Bali pada September tahun 2010 sebagaimana di tuliskan dalam situs http://bali.antaranews.com berikut ini:

Jimbaran (Antara Bali) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa di Bali yang mampu meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap lembaga keuangan.

"LPD adalah contoh nyata sebuah lembaga keuangan mikro yang tumbuh berkembang, dikelola dan didedikasikan untuk masyarakat," kata SBY saat membuka forum Alliance Financial Inclusion (AFI) kedua yang berlangsung di Jimbaran, Badung, Bali, Senin.

Dihadapan peserta pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 20 negara itu, SBY memuji keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali sebagai lembaga keuangan mikro yang dimiliki masyarakat di Pulau Dewata.

"LPD telah berhasil mengajak masyarakat di Bali untuk memiliki akses di lembaga keuangan mikro," kata SBY dalam Pertemuan yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Direktur Eksekutif AFI Alfred Hannig dan Gubernur Bank Central Kenya sekaligus panitia pengarah AFI kedua, Njuguna Ndungu'u.

Diungkapkan Presiden SBY, keberadaan LPD sangat membantu perekonomian masyarakat Bali bahkan lembaga keuangan mikro itu telah memberi kredit untuk masyarakat dengan tanpa agunan.

Ia menyebut enam poin yang menentukan keberhasilan tujuan forum AFI kedua dalam mengimplementasikan penyertaan keuangan masyarakat.

Keenam hal itu adalah, pentingnya kepemimpinan terkait kelembagaan, juga koordinasi dan akuntalitas, diversitas lembaga keuangan, Inovasi, budaya dan aturan hukum yang jelas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, sebelum program KUR (Kredit Usaha Rakyat), sejak tahun 1989 hingga 1999, BI memiliki program yang menghubungkan bank dengan kelompok swadaya masyarakat.

"Program ini bertujuan membangun hubungan simpan pinjam komersial antara kelompok usaha mikro dan bank di sektor tabungan dan pinjaman. Selain itu untuk membantu industri Perbankan untuk memperluas penetrasi di sektor mikro," katanya.

Tujuan lainnya, ujar Darmin, untuk memperbanyak peluang membangun bisnis serta meningkatkan dan memperbaiki distribusi pendapatan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan keuangan.

"Tidak hanya program KUR yang dinilai sukses itu, antara tahun 1995 hingga 1999 juga diluncurkan proyek kredit yang khusus dirancang untuk bisnis mikro yang dikenal dengan PKM (Proyek Kredit mikro)," katanya.

Memang harus diakui bahwa kontribusi LPD di Bali terhadap pertumbuhan ekonomi mikro khususnya di pedesaan sangat dirasakan, terlebih lagi oleh masyarakat desa adat atau desa pakraman. Karena

Kamis, 20 Mei 2010

RAI MANTRA : Generasi Muda Sudah Mampu Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan



Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar, Untuk mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif dibutuhkan penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini terutama pada generasi muda. Salah satu bukti telah bangkitnya jiwa kewirausahaan dikalangan generasi muda, adanya keterlibatan langsung Sekaha Teruna Dharma Santhi, Banjar Pande, Kelurahan Pedungan kecamatan Denpasar Selatan dalam pengelolaan pasar Tenten. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Pasar Tenten yang didampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, di Br. Pande, Kelurhan Pedungan, Kamis (13/5). Pembukaan pasar Tenten yang berlangsung selama dua hari dihadiri pula kepala SKPD dan instansi terkait.
Keterlibatan Sekaha Truna dalam pengelolaan pasar Tenten menurut Rai Mantra, selain membangkitkan jiwa kewirausahaan juga diharapkan dapat mengembangkan kreativitas sekeha truna. Pengembangan kreativitas sekaha teruna sangat penting guna mempersiapkan sumber daya manusia dalam persaingan ekonomi di era globalisasi. ”Kita harapkan dengan kreativitas yang dimiliki sekaha truna mampu bersaing secara ekonomi namun tidak keluar dari kearifan lokal atau local genius,” ujar Rai Mantra. Salah satu bukti nyata pelaksanaan kreativitas generasi muda dengan melaksanakan pasar tradisional. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk bersama-sama berpengangan tangan dalam membangun kota Denpasar yang kompleksitas permasalahan sangat tinggi sebagai kota metro. Sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan harapan dan tujuan bersama.
Lurah Pedungan I Nyoman Lodra ditemui disela-sela pembukaan pasar Tenten mengatakan pelaksanaan pasar Tenten yang kedua kalinya ini bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk lebih kreativ sehingga sesusai visi kota Denpasar mewujudkan kota kreativ berwawasan budaya unggulan. Disamping itu dengan adanya pasar Tenten, generasi muda memiliki kegiatan positif terutama pada hari raya suci ini serta mengurangi kepadatan di Kota Denapasar. Pasar Tenten atau juga pasar dadakan ini yang melibatkan seluruh kemponen masyarakat Pedungan diharapkan kedepannya bisa terus berlanjut.
Sementara Ketua Sekeha Truna Dharma Santhi, Gede Purnamadi mengaku dengan dilibatkannya sekaha truna dalam pengelolaan pasar Tenten ini membuat generasi muda menjadi lebih kreativ serta dapat melakukan hal-hal positif terlebih bertepatan dengan hari Raya Galungan dan Kuningan. Lebih lanjut Purnamadi menambahkan dibandingkan dengan pelaksanaan Pasar Tenten partama kali yaitu enam bulan lalu, pasar Tenten kedua ini mendapatkan sambutan sangat antusias dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pedangan yang mengikuti pasar Tenten ini mengalami peningkatan. Untuk pasar Tenten pertama diikuti sebanyak 150 pedagang dan pasar Tenten kedua sekaran ini diikuti 178 pedagang. Antusias masyarakat juga terlihat dari padatnya pengunjung yang mengunjungi pasar Tenten ini. ”Kita harapkan pelaksanaan pasar Tenten ini kedepannya bisa terus belanjut,” ujar Purnamadi. (Gst)
sumber artikel: klik disini