PURWA WACANA

Om Swastiastu,

Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011 Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga; Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka, Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE

Om Santhi, santhi, santhi Om


Selasa, 10 Januari 2012

GLADI LATIHAN CALONARANG DI WANTILAN PURA DALEM PAKERISAN PEDUNGAN

Sebagai tindak lanjut dari karya ngamecikang Pelawatan Ida Betara ring Pura Dalem Pakerisan, maka pada hari Kemis 12 Januari 2012 akan diadakan pentas tari Calonarang di Wantilan Jaba Pura. Untuk itu telah dilakukan persiapan-persiapan guna pertunjukkan tersebut, salah satunya adalah acara latihan sebagaimana biasa disebut Gladi bersih di malam hari Selasa 10 Januari 2012. Berikut ini adalah hasil tangkapan lensanya.






















Kamis, 15 Desember 2011

PERSIAPAN UPACARA JALAN TOLL BENOA - TUBAN - NUSA DUA

Diskusi mengenai tempat upacara 1

Sang Yajamana Karya

Kelian Banjar Pesanggaran ( I Wayan Widiada, SH)

Dskusi Jadwal Acara 

Bapak Arya (Fasilitator Proyek - Pemprov)

Diskusi Tempat Upacara 2

Penentuan Tempat Upacara

Penjelasan Ukuran Kesucian Menurut Agama Hindu

Ida Pedanda Gede Putra Bajing

Diskusi 3

Matur Piuning  1

Matur Piuning 2

Matur Piuning 3

Penentuan letak Upacara oleh Sang Yajamana

Ida Ayu Sarati Banten

Koordimator Kesenian (Bapak Natha)

Diskusi Pelaksanaan Jalannya upacara

Lay-out Tempat Upacara

Ida Bagus Budi Yoga  (Biro Kesra Pemprov Bali)

Pemangku Pura Segara di Benoa - Pedungan (I Made Widnya)
Sesuai rencana Pemerintah Pusat melalui PT. Jasa Marga, yang hendak membangun jalan Toll di Bali tepatnya di jalur atas laut perairan Benoa yang dekat dengan hutan mangrove, akan dibangun jalan Toll sepanjang ± 8,3 km. Jalan Toll ini akan dimulai pembangunannya dari Jalan Raya Benoa (Pelabuhan Benoa) menuju Tuban Patung Pahlawan Ngurah Rai hingga berakhir di Desa Bualu sebelah timur Pura Dalem Songit. 
Namun dalam artikel disitus http://baliholidayinfo.com/id/ menuliskan panajng jalan ini adalah 11,5 km
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan dimulainya pembangunan Serangan - Tanjung Benoa jalan tol untuk bulan April 2011, memproyeksikan bahwa jalan dapat diselesaikan hanya dalam tujuh bulan jika proyek tidak tertunda oleh pembebasan tanah. Menurut Bisnis.com, wakil yang bertanggung jawab atas infrastruktur dan logistik di BUMN, Sumaryanto Widayatin, mengatakan target ini didasarkan pada rekomendasi dari Departemen dan rencana investasi dari konsorsium lima perusahaan milik negara yang pendanaan proyek: PT Jasa Marga, PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I dan PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC).  (demikian ditulis oleh http://baliholidayinfo.com/id/.  
Dalam pada itu Desa Pakraman Pedungan sebagai salah satu desa yang paling dekat atau yang paling langsung kena dampak dari proses konstruksi maupun keberadaan jalan Toll ini diberi tugas untuk menyiapkan segenap upacara yang berkaitan dengan proses awal pembangunan Jalan Toll tersebut.
Hari ini, Wrespati, 15 Desember 2011 beberapa prajuru Desa Pakraman Pedungan maupun pejabat pemerintah Provinsi (Ida Bagus Buda Yasa) serta pihak fasilitator proyek di lapangan (pak Arya) yang dikomandani oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing melakukan kegiatan survey lapangan/lokasi atau istilah tradisinya  NODIA   untuk menentukan lokasi upacara mulang dasar maupun mapekelem yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2011. Saat itu juga dilakukan penyusunan acara yang akan dilakukan pada hari "H" nanti seperti proses nunas tirta dikahyangan Tri Guna Jagat: (Besakih - pinakan Pura Dalem, Pura Batur - pinaka Pura Desa, Pura Kentel Gumi - pinaka Pura Puseh) di Pura Jagat Bali (Uluwatu, Sakenan, Petitenget dan Puncak Mangu), ngelinggihang tirta, mendak Betara Tirta serta Nyakur tirtanya. Genah atau tempat prosesi upacara juga ditentukan saat itu.http://baliholidayinfo.com/id/content/konstruksi-jalan-tol-bali-hanya-dalam-9-bulan

Senin, 05 Desember 2011

PASRAMAN PEDUNGAN METIRTAYATRA

Aktivitas penutup dalam kegiatan akhir dari Pasraman Anak-anak SD adalah metirta yatra, setelah melalui awal kegiatan pasraman berupa pawintenan, lalu para siswa anak-anak SD se Desa Pakraman Pedungan memperoleh pelajaran sesuai dengan kurikulum dalam pedoman kegiatan Pasraman. Seperti misalnya, pelajaran tentang menulis aksara Bali, bercerita, Budi pekerti, Mekidung,  ketrampilan putra/tri serta Yoga asanas.
Pada akhir penerimaan pelajaran di pasraman ini maka diadakan perjalanan spiritual, yang dituju adalah Pura Dalem Pemutih Geger di Sawangan Bualu, kemudian berakhir di Pura Batupageh.

Rabu, 05 Oktober 2011

UTSAWA DHARMA GITA TAHUN 2011

Dalam tahun 2011 Desa Pakraman Pedungan ikut dalam Utsawa  Dharma Gita (UDG) yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan Denpasar Selatan dan pelaksanaannya dilakukan di Wantilan Pura Dalem Sesetan. Untuk itu pembina peserta UDG dari Desa Pakraman Pedungan telah melaksanakan latihan-latihan sebagaimana yang telah dilakukan ditahun-tahun sebelumnya. Dua kali berturut-turut di tahun sebelumnya Desa Pakraman Pedungan menjadi juara umum dan pada tahun ini di tingkat Kecamatan gagal melanjutkan prestasi yang pernah diraih sebelumnya. Sedikit mengecewakan, namun sebagaimana yang namanya perlombaan (pacentokan) senantiasa ada yang gagal dan ada yang berhasil. Dan kegagalan hari ini masih mungkin untuk diperbaiki pada hari esok (tahun mendatang), semoga demikian halnya semangat dan usaha yang dilakukan oleh para peserta dan pembina UDG dari Desa Pakraman Pedungan di tahun depan, astungkara.

Rabu, 21 September 2011

TIM PENATAAN DAN EVALUASI DESA PAKRAMAN PROV. BALI TERJUN KE PEDUNGAN

Hari Rabu Paing wuku Uye, tanggal 21 September 2011 Tim Penataan Kelembagaan dan Evaluasi Desa Pakraman Prov. Bali terjun ke Desa Pakraman Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan dalam rangkaian Evaluasi hasil Penataan Kelembagaan DP (desa pakraman). Pihak Tim dari Prov. Bali hadir 5 personel didampingi oleh pihak Wakil Wali Kota Denpasar beserta Tim Pembina dari Kota Denpasar dan disertai juga oleh Majelis Desa Pakraman Kota Denpasar, kurang lebih 60 personel yang mengunjungi Desa Pakraman Pedungan pada saat itu. Pihak tuan rumah atau Desa Pakraman Pedungan hadir kurang lebih 500 (lima ratus) orang/krama diantaranya adalah tokoh-tokoh masyarakat, krama dari 14 banjar di Pedungan.
Dalam usaha pemprov melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bali yang dibentengi oleh kehidupan bermasyarakat ala Bali yakni model Desa Pakraman, maka pemprov Bali sangat menyadari sepenuhnya bahwa budaya Bali ada pada genggaman kehidupan Desa Pakraman. Untuk usaha itu, pemprov. Bali melalui kegiatan Pembinaan Penataan Kelembagaan DP, menerjunkan suatu Tim yang merupakan kegiatan berkesinambungan guna mencapai cita-cita luhur masyarakat Bali yakni TRI HITAKARANA (keseimbangan atau keselarasan kehidupan dimasyarakat). Tahun 2011 pemkot Denpasar menurunkan dua desa pakraman untuk memperoleh pembinaan, yakni Desa Pakraman Peguyangan dan Pedungan.
Setelah dibina kurang lebih 5 bulan sejak bulan April 2011 oleh pembina tingkat Kota Denpasar maupun Provinsi Bali, maka kini saatnya dilakukan evaluasi dari hasil pembinaan tersebut. Penilaiannya meliputi tiga ranah yang telah disebutkan di atas yakni bidang Parhyangan, bidang Pawongan dan bidang Palemahan, ketiganya itu merupakan uraian dari konsep Tri Hitakarana.
Setelah laporan dari Jro Bendesa Desa Pakraman Pedungan disampaikan dalam acara penilaian ini, pihak tim penilai menyampaikan sambutannya dengan antusias, menyatakan kegembiraan dan kekagumannya karena desa pakraman Pedungan telah menampilkan suasana yang memang diharapkan oleh tim penilai, yakni suatu suasana atau kondisi yang menyiratkan kerukunan dan kedamaian di desa pakraman sebagaimana telah disaksikan oleh tim penilai pada hari Rabu itu. Pihak perwakilan dari tim penilai menyampaikan ulasan yang panjang lebar tentang makna suguhan awal penyambutan dari pihak DP Pedungan yang menyuguhkan "Canang" atau base yang diserahkan oleh Jro Bendesa didampingi oleh Jegeg-jegeg dari sekeha teruna.
Dalam sesi penilaian oleh Tim, dalam hal ini meliputi ketiga ranah dari Tri Hitakarana, penilaian yang dilakukan di jeroan Pura Dalem Pakerisan adalah dari baga Parhyangan, kemudian di wantilan pura Dalem Pakerisan dilakukan penilaian pada baga Pawongan, sedangkan disekitar wilayah Pedungan seperti areal Pura Desa, Setra Gede, Setra Pitik maupun rumah contoh yang berlokasi di banjar Pitik dilakukan dalam kaitan baga Palemahan.
dipenghujung acara, pihak penilai disuguhkan tarian hiburan berupa joged bumbung. Terlihat disini para tim penilai sangat antusias dari terkesa gembira dalam kegiatan penilaian ini, terbukti pihak tim penilai banyak yang mengisi acara pengibingan. Dan komentar-komentar dari beberapa anggota tim yang dapat direkam oleh pihak masing-masing baga bahwa mereka sangat terkesan sekali dengan hasil pembinaan ini, apa yang merupakan penuntuan dalam proses pembinaan selam 5 bulan sebelumnya sudah diikuti oleh Desa Pakraman Pedungan.

Sabtu, 27 Agustus 2011

PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DWIJENDRA

Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dibidang Pengabdian Masyarakat, pada hari Minggu 21 Agustus 2011 beberapa mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Universitas Dwijendra Denpasar mengadakan pertemuan di Gedung LPD Desa Pakraman Pedungan, Jalan Pulau Belitung 36 Denpasar. Kehadiran insan akademisi ini disambut oleh prajuru Desa Pakraman Pedungan.
Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Arsitektur FT UNDWI disampaikan bahwa tujuan daripada pertemuan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama tentang Kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Dwijendra dengan Desa akraman Pedungan. Kerjasama ini meliputi: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian masyarakat. Hal ini berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan bertujuan bagi lembaga pendidikan untuk menunjukkan peran sertanya dimasyarakat dalam hal proses pembangunan di daerah pedesaan.
Dalam pertemuan ini diserahkan bantuan berupa Peta Wilayah Desa Pakraman Pedungan yang merupakan hasil suntingan dari internet (google earth) yang dicetak dalam kertas foto ukuran 120 cm x 200 cm, dan juga disampaikannya suatu gagasan dalam suatu presentasi oleh mahasiswa mengenai "EKO WISATA PEDUNGAN", juga disampaikan oleh Pembantu Rektor I Universitas Dwijendra kepada prajuru Desa Pedungan, bahwa dalam tahun ini kepada masyarakat Desa Pedungan diberikan kesempatan untuk mengajukan calon yang sudah siap diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Teknik sebanya 2 (dua) mahasiswa yang akan dibiayai oleh Pemprov.
Demikian acara pertemuan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Gedung LPD Desa Pakraman Pedungan pada pukul 19.00 wita hingga pukul 20.30 wita.

MENJAGA KEBERSIHAN SETRA

Dalam usaha menjaga kebersihan setra di Desa Pakraman Pedungan, maka pihak Prajuru Desa mengambil inisiatif untuk melakukan pembersihan dengan cara memanfaatkan potensi atau inventaris yang dimiliki desa/kelurahan, yakni memanfaatkan mesin cukur yang telah dimiliki oleh Kelurahan Pedungan sebanyak 2 (dua) buah unit mesin cukur. Walau terkesan mendesak kegiatan ini dilaksanakan, namun menurut Jro Bendesa Desa Pakraman Pedungan masih mungkin dilaksanakan guna menghadapi waktu Evaluasi dan Pembinaan Desa Pakraman yang akan dilaksanakan pada bulan September 2011.