PURWA WACANA

Om Swastiastu,

Desa Pakraman Pedungan memiliki pengurus yang telah di pilih pada Sabtu, 26 Maret 2011 Dengan susunan pengurus sebagai berikut: Bendesa : Drs. I Nyoman Sumantra; Penyarikan: I Nyoman Subaga; Patengen : Drs. I Gusti Putu Loka, Patajuh Parhyangan : I Nyoman Jiwa Pande, S.Sos; Patajuh Pawongan : I Made Badra; Patajuh Palemahan : Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg; Kasinoman: I Made Suardana, SE

Om Santhi, santhi, santhi Om


Selasa, 23 November 2010

RENOVASI GENAH PAMELASTIAN DI BENOA

Pemerintah melalui para wakil rakyatnya (anggota DPRD) lewat dana aspirasi menggelontorkan dana buat pembangunan fisik di daerah-daerah. Desa Pakraman Pedungan tahun ini juga mendapatkan bantuan dimaksud, dimana penggunaannya di arahkan kepembangunan fisik Genah Pamelastian yang berlokasi di Benoa.

Sabtu, 20 November 2010

LPD TERBAIK DI TINGKAT NASIONAL


Berita yang sangat menggembirakan adalah adanya pernyataan dari pihak luar dalam menilai keberadaan atau eksistensi LPD di tingkat Nasional, sebagaimana diberitakan dalam detik Financy:
Nusa Dua - Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali dinobatkan sebagai lembaga pemberi pinjaman kepada masyarakat pedesaan yang terbaik se-Indonesia. LPD di Bali mampu berkembang dengan baik karena ditopang oleh sistem kemasyarakatan yang disebut Banjar.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Gerakan Masyarakat Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM) Indonesia Bambang Ismawan, di sela-sela Pertemuan Kredit Mikro Asia-Pasifik di Bali International Convention center (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (28/7/2008).
"Sistem banjar menghidupkan kinerja LPD-LPD. LPD di Bali penggarap sektor keuangan mikro terbaik di Tanah Air," kata Ismawan.
Ismawan menambahkan, LPD di Bali dapat merupakan yang terbaik di Indonesia terutama di tingkat grassroot. LPD di Bali terintegrasi dengan sistem kemasyarakatan atau banjar.

Berita tersebut telah digaungkan pada Senin, 28/07/2008 atau dua tahun telah berlalu. Kini oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pun memuji LPD di Bali pada September tahun 2010 sebagaimana di tuliskan dalam situs http://bali.antaranews.com berikut ini:

Jimbaran (Antara Bali) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa di Bali yang mampu meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap lembaga keuangan.

"LPD adalah contoh nyata sebuah lembaga keuangan mikro yang tumbuh berkembang, dikelola dan didedikasikan untuk masyarakat," kata SBY saat membuka forum Alliance Financial Inclusion (AFI) kedua yang berlangsung di Jimbaran, Badung, Bali, Senin.

Dihadapan peserta pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 20 negara itu, SBY memuji keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali sebagai lembaga keuangan mikro yang dimiliki masyarakat di Pulau Dewata.

"LPD telah berhasil mengajak masyarakat di Bali untuk memiliki akses di lembaga keuangan mikro," kata SBY dalam Pertemuan yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Direktur Eksekutif AFI Alfred Hannig dan Gubernur Bank Central Kenya sekaligus panitia pengarah AFI kedua, Njuguna Ndungu'u.

Diungkapkan Presiden SBY, keberadaan LPD sangat membantu perekonomian masyarakat Bali bahkan lembaga keuangan mikro itu telah memberi kredit untuk masyarakat dengan tanpa agunan.

Ia menyebut enam poin yang menentukan keberhasilan tujuan forum AFI kedua dalam mengimplementasikan penyertaan keuangan masyarakat.

Keenam hal itu adalah, pentingnya kepemimpinan terkait kelembagaan, juga koordinasi dan akuntalitas, diversitas lembaga keuangan, Inovasi, budaya dan aturan hukum yang jelas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, sebelum program KUR (Kredit Usaha Rakyat), sejak tahun 1989 hingga 1999, BI memiliki program yang menghubungkan bank dengan kelompok swadaya masyarakat.

"Program ini bertujuan membangun hubungan simpan pinjam komersial antara kelompok usaha mikro dan bank di sektor tabungan dan pinjaman. Selain itu untuk membantu industri Perbankan untuk memperluas penetrasi di sektor mikro," katanya.

Tujuan lainnya, ujar Darmin, untuk memperbanyak peluang membangun bisnis serta meningkatkan dan memperbaiki distribusi pendapatan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan keuangan.

"Tidak hanya program KUR yang dinilai sukses itu, antara tahun 1995 hingga 1999 juga diluncurkan proyek kredit yang khusus dirancang untuk bisnis mikro yang dikenal dengan PKM (Proyek Kredit mikro)," katanya.

Memang harus diakui bahwa kontribusi LPD di Bali terhadap pertumbuhan ekonomi mikro khususnya di pedesaan sangat dirasakan, terlebih lagi oleh masyarakat desa adat atau desa pakraman. Karena

Kamis, 20 Mei 2010

RAI MANTRA : Generasi Muda Sudah Mampu Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan



Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar, Untuk mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif dibutuhkan penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini terutama pada generasi muda. Salah satu bukti telah bangkitnya jiwa kewirausahaan dikalangan generasi muda, adanya keterlibatan langsung Sekaha Teruna Dharma Santhi, Banjar Pande, Kelurahan Pedungan kecamatan Denpasar Selatan dalam pengelolaan pasar Tenten. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Pasar Tenten yang didampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, di Br. Pande, Kelurhan Pedungan, Kamis (13/5). Pembukaan pasar Tenten yang berlangsung selama dua hari dihadiri pula kepala SKPD dan instansi terkait.
Keterlibatan Sekaha Truna dalam pengelolaan pasar Tenten menurut Rai Mantra, selain membangkitkan jiwa kewirausahaan juga diharapkan dapat mengembangkan kreativitas sekeha truna. Pengembangan kreativitas sekaha teruna sangat penting guna mempersiapkan sumber daya manusia dalam persaingan ekonomi di era globalisasi. ”Kita harapkan dengan kreativitas yang dimiliki sekaha truna mampu bersaing secara ekonomi namun tidak keluar dari kearifan lokal atau local genius,” ujar Rai Mantra. Salah satu bukti nyata pelaksanaan kreativitas generasi muda dengan melaksanakan pasar tradisional. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk bersama-sama berpengangan tangan dalam membangun kota Denpasar yang kompleksitas permasalahan sangat tinggi sebagai kota metro. Sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan harapan dan tujuan bersama.
Lurah Pedungan I Nyoman Lodra ditemui disela-sela pembukaan pasar Tenten mengatakan pelaksanaan pasar Tenten yang kedua kalinya ini bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk lebih kreativ sehingga sesusai visi kota Denpasar mewujudkan kota kreativ berwawasan budaya unggulan. Disamping itu dengan adanya pasar Tenten, generasi muda memiliki kegiatan positif terutama pada hari raya suci ini serta mengurangi kepadatan di Kota Denapasar. Pasar Tenten atau juga pasar dadakan ini yang melibatkan seluruh kemponen masyarakat Pedungan diharapkan kedepannya bisa terus berlanjut.
Sementara Ketua Sekeha Truna Dharma Santhi, Gede Purnamadi mengaku dengan dilibatkannya sekaha truna dalam pengelolaan pasar Tenten ini membuat generasi muda menjadi lebih kreativ serta dapat melakukan hal-hal positif terlebih bertepatan dengan hari Raya Galungan dan Kuningan. Lebih lanjut Purnamadi menambahkan dibandingkan dengan pelaksanaan Pasar Tenten partama kali yaitu enam bulan lalu, pasar Tenten kedua ini mendapatkan sambutan sangat antusias dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pedangan yang mengikuti pasar Tenten ini mengalami peningkatan. Untuk pasar Tenten pertama diikuti sebanyak 150 pedagang dan pasar Tenten kedua sekaran ini diikuti 178 pedagang. Antusias masyarakat juga terlihat dari padatnya pengunjung yang mengunjungi pasar Tenten ini. ”Kita harapkan pelaksanaan pasar Tenten ini kedepannya bisa terus belanjut,” ujar Purnamadi. (Gst)
sumber artikel: klik disini

Senin, 22 Maret 2010

NYEJER

Pamahbah:
Orti mabasa Bali puniki wantah anut ring budaya Baline kadi mangkin. Utamin ipun anak-anak muda utawi anak gaul mangdane sareng-sareng taler ulatiang indik sakadi puniki, bilih ipun basa Bali sane kasurat ring ungkur teleb pisan dagingnyane. Ngiring sareng-sareng wacen, nureksa lan telebang kayun soang-soang

Nyejer
Olih I Wayan Lugraha

Sarahina sesampun kamargiang upakara Melasti Déwa Cili, nemoning panglong a pisan sasih Kasa Prawatek Déwata sajebag Désa Pakraman Kutuh kalinggihang ring Balé Panjang utawi Balé Agung Pura Desa. Nganutin dresta krama désa ring galah puniki ngaturang upakara pinaka srana bakti ring sesuhunan makasami. Saking semeng jantos wengi kramane rauh slegenti ngaturang bakti. Wénten sané wau rauh, wénten sané budal. Yukti rame pisan kawéntenané. Upacara puniki kawastanin upacara Nyejer.

Nyejer kruna lingganipun jejer sané maartos ajeg, jegjeg, tegak. Jejerang, ajegang, jegjegang maarti tegakkan. Ring upacara Nyejer madué kasuksman sané dahating utama sané patut kauningin, resepang tur laksanayang. Prawatek Déwata sané kanyasayang antuk pratima, arca, lan sané tiosan wénten sané marupa macan, singa, lembu, jangkep taler antuk uparengga, mabusana sarwa dumilah lan suci. Ring pakraman Kutuh indik Prawatek Déwata punika kabawos Auban. Satmaka betara-betari makasami (kabeh) tedun sané pacang nodia, micayang pawarah-warah ring damuh ida makasami. Ida sesuhunan saking niskala pacang parama lédang yan pradé krama sangkaning bakti madasar tulus nunas karahayuan. Ida saking niskala sampun masikian ring sané kanyasayang antuk parikrama “parum agung niskala” ring Balé Panjang. Sapunapi sapatutnyané krama makasami? Sangkaning “parum agung niskala” raris metu pikayun pacang nulad parilaksana punika. Sida raris ring sakala krama gilik saguluk salunglung sabayantaka paras parau sarpanaya. Wantah puniki sané syarat jujur ring kahuripan sajeroning désa pakraman. Kapikukuhan nyejerang, ngajegang dresta agama ring kahuripan. Pamargin dresta agama ring désa pakraman mangdané tetep lestari sadirga yusa. Yan pradé krama nénten magilikan janten pisan nénten sida pacang ngamargiang dresta agama. Désa pakraman wantah genah utama ngajegang agama sané kalimbakang antuk dresta mawacara. Ring upacara Nyejerpuniki satiosan mangaturang sembah bakti ring sesuhunan taler utama pisan anggé matemu wirasa ring pasametonan, anggé ngraketang pasawitran, pakulawargan, pasidikaran miwah sakancanipun. Para pamangku, prajuru, panglingsir, moncol désa pinaka conto sané becik anggé tetuladan. Galah puniki becik anggé srana madharma tula niténin indik dresta, agama, dharmaning kahuripan makapamekas indik nyungsung sesuhunan ring désa pakraman. Taler para yowana nénten surud-surud malajahang angga, setata pedek tangkil ring sesuhunan, parek ring para panglingsir, moncol désa santukan wantah yowana sané pinaka pawaris dresta agama. Sapasira malih yan tan yowana pacang nglestariang indik dresta agama druéné.

Nyejerang agama boya ja sarahina kéwanten, nanging mangda sarahina-rahina. Ngajegang dresta agama boya ring pura kéwanten sapatutnyané ring sahananing lampah lan genah. Upacara Nyejer pinaka salah sinunggil tunggul pangeling-eling mangda i manusa satata jejer, éling ring kasuksman urip. Sanghyang Widi Wasa nedunang agama pinaka titi pangancan ring kahuripan sané kabuatang pisan olih i manusa. Titi agama puniki sane kalimbakang marupa makudang-kudang sastra agama sané anggé sepat siku nuntun kahuripan. Kabaosang wantah i manusa wantah sane kanugrahin Tri Pramana inggih punika bayu, sabda, lan idep. Pramana idep puniki sané minayang manusa ring prani sané tiosan minakadi buron lan tumuwuh. Buron madué dwi pramana inggih punika bayu lan sabda. Tumuwuh madué éka pramana wantah bayu kéwanten. Sangkaning idep puniki i manusa prasida pacang mawiwéka ring kahuripannyané. Rumasuk sapunapi ngemban urip sané patut. Mautsaha setata migunayang wiwéka antuk pangancan sanghyang agama taler maduluran nunas ica ring sesuhunan. I manusa wantah mautsaha nanging sané mastikayang wantah ida sesuhunan. Sangkaning wiwéka i manusa ngrincikang pamargin agama raris ngwetuang budaya agama. Ring sajeroning magama Hindu sané patut kawangun wantah budaya Hindu. Malarapan budaya kasinahang agama punika. Duaning asapunika “Ngiring ngabudayaang agama, boya ngagamayang budaya.”

Orti puniki kasalin saking babonnyane iriki (durus klik kemanten)



MECARU KESANGA 2010

Ritatkala rahina Soma 15 Maret 2010, sawusan ngemargiang upacara pamelastian sane sampun memargi ring rahina Sukra 12 Maret 2010 (sakadi pamutus paruman desa) ida dane krama desa Pedungan ngelaksanayang tawur kesanga ring Bale Agung Pura Desa Pedungan.
Slide lan Video sane polih kaunggahang prasida mangkin klik iriki:

Slide show Pecaruan/kesanga
Video ngiderang caru

MUNGGEL PRATIMA RING PURA DALEM PAKERISAN


Sangkaning metu saking pikayun para pangemong Pura Dalem Pakerisan jaga ngamecikang pratima druwene, riyantukan kasinahang pratima druwena sampun kaon lan sampun saking sue pisan nenten naenang kabecikang. Puniki mawinan ring rahina Buda 3 Februari 2010 para pangemong ngemargiang pamunggelan pratima druwene ring Pura Dalem Pakerisan. Sang sulinggih sane muput karya puniki lan Ida Bagus Wayan kasaseringan olih Ida Bagus Ketut sane ngelanturang pemargi "ngodak" pecanangan druwene.

Minggu, 21 Maret 2010

PUJAWALI RING PURA SARIN PEKEN

Ring rahina Saniscara Kliwon wuku Landep 13 Maret 2010 katah kabawos rerahinan Tumpek Landep. Sampun saking nguni ring Tumpek Landep puniki ring Pura Sarin Peken kamargiang pujawali. Manawi sameton sane kengin jaga ngaksi pamargin pujawali ritepengan Tumpek Landep ring Pura Sarin Peken, dados klik iriki.