Selasa, 23 November 2010
RENOVASI GENAH PAMELASTIAN DI BENOA
Sabtu, 20 November 2010
LPD TERBAIK DI TINGKAT NASIONAL

Berita yang sangat menggembirakan adalah adanya pernyataan dari pihak luar dalam menilai keberadaan atau eksistensi LPD di tingkat Nasional, sebagaimana diberitakan dalam detik Financy:
Nusa Dua - Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali dinobatkan sebagai lembaga pemberi pinjaman kepada masyarakat pedesaan yang terbaik se-Indonesia. LPD di Bali mampu berkembang dengan baik karena ditopang oleh sistem kemasyarakatan yang disebut Banjar.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Gerakan Masyarakat Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM) Indonesia Bambang Ismawan, di sela-sela Pertemuan Kredit Mikro Asia-Pasifik di Bali International Convention center (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (28/7/2008).
"Sistem banjar menghidupkan kinerja LPD-LPD. LPD di Bali penggarap sektor keuangan mikro terbaik di Tanah Air," kata Ismawan.
Ismawan menambahkan, LPD di Bali dapat merupakan yang terbaik di Indonesia terutama di tingkat grassroot. LPD di Bali terintegrasi dengan sistem kemasyarakatan atau banjar.
Berita tersebut telah digaungkan pada Senin, 28/07/2008 atau dua tahun telah berlalu. Kini oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pun memuji LPD di Bali pada September tahun 2010 sebagaimana di tuliskan dalam situs http://bali.antaranews.com berikut ini:
Jimbaran (Antara Bali) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa di Bali yang mampu meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap lembaga keuangan.
"LPD adalah contoh nyata sebuah lembaga keuangan mikro yang tumbuh berkembang, dikelola dan didedikasikan untuk masyarakat," kata SBY saat membuka forum Alliance Financial Inclusion (AFI) kedua yang berlangsung di Jimbaran, Badung, Bali, Senin.
Dihadapan peserta pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 20 negara itu, SBY memuji keberhasilan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali sebagai lembaga keuangan mikro yang dimiliki masyarakat di Pulau Dewata.
"LPD telah berhasil mengajak masyarakat di Bali untuk memiliki akses di lembaga keuangan mikro," kata SBY dalam Pertemuan yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Direktur Eksekutif AFI Alfred Hannig dan Gubernur Bank Central Kenya sekaligus panitia pengarah AFI kedua, Njuguna Ndungu'u.
Diungkapkan Presiden SBY, keberadaan LPD sangat membantu perekonomian masyarakat Bali bahkan lembaga keuangan mikro itu telah memberi kredit untuk masyarakat dengan tanpa agunan.
Ia menyebut enam poin yang menentukan keberhasilan tujuan forum AFI kedua dalam mengimplementasikan penyertaan keuangan masyarakat.
Keenam hal itu adalah, pentingnya kepemimpinan terkait kelembagaan, juga koordinasi dan akuntalitas, diversitas lembaga keuangan, Inovasi, budaya dan aturan hukum yang jelas.
Dalam kesempatan itu, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, sebelum program KUR (Kredit Usaha Rakyat), sejak tahun 1989 hingga 1999, BI memiliki program yang menghubungkan bank dengan kelompok swadaya masyarakat.
"Program ini bertujuan membangun hubungan simpan pinjam komersial antara kelompok usaha mikro dan bank di sektor tabungan dan pinjaman. Selain itu untuk membantu industri Perbankan untuk memperluas penetrasi di sektor mikro," katanya.
Tujuan lainnya, ujar Darmin, untuk memperbanyak peluang membangun bisnis serta meningkatkan dan memperbaiki distribusi pendapatan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan keuangan.
"Tidak hanya program KUR yang dinilai sukses itu, antara tahun 1995 hingga 1999 juga diluncurkan proyek kredit yang khusus dirancang untuk bisnis mikro yang dikenal dengan PKM (Proyek Kredit mikro)," katanya.
Memang harus diakui bahwa kontribusi LPD di Bali terhadap pertumbuhan ekonomi mikro khususnya di pedesaan sangat dirasakan, terlebih lagi oleh masyarakat desa adat atau desa pakraman. Karena
Kamis, 20 Mei 2010
RAI MANTRA : Generasi Muda Sudah Mampu Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan

Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar, Untuk mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif dibutuhkan penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini terutama pada generasi muda. Salah satu bukti telah bangkitnya jiwa kewirausahaan dikalangan generasi muda, adanya keterlibatan langsung Sekaha Teruna Dharma Santhi, Banjar Pande, Kelurahan Pedungan kecamatan Denpasar Selatan dalam pengelolaan pasar Tenten. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Pasar Tenten yang didampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, di Br. Pande, Kelurhan Pedungan, Kamis (13/5). Pembukaan pasar Tenten yang berlangsung selama dua hari dihadiri pula kepala SKPD dan instansi terkait.
Keterlibatan Sekaha Truna dalam pengelolaan pasar Tenten menurut Rai Mantra, selain membangkitkan jiwa kewirausahaan juga diharapkan dapat mengembangkan kreativitas sekeha truna. Pengembangan kreativitas sekaha teruna sangat penting guna mempersiapkan sumber daya manusia dalam persaingan ekonomi di era globalisasi. ”Kita harapkan dengan kreativitas yang dimiliki sekaha truna mampu bersaing secara ekonomi namun tidak keluar dari kearifan lokal atau local genius,” ujar Rai Mantra. Salah satu bukti nyata pelaksanaan kreativitas generasi muda dengan melaksanakan pasar tradisional. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk bersama-sama berpengangan tangan dalam membangun kota Denpasar yang kompleksitas permasalahan sangat tinggi sebagai kota metro. Sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan harapan dan tujuan bersama.
Lurah Pedungan I Nyoman Lodra ditemui disela-sela pembukaan pasar Tenten mengatakan pelaksanaan pasar Tenten yang kedua kalinya ini bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk lebih kreativ sehingga sesusai visi kota Denpasar mewujudkan kota kreativ berwawasan budaya unggulan. Disamping itu dengan adanya pasar Tenten, generasi muda memiliki kegiatan positif terutama pada hari raya suci ini serta mengurangi kepadatan di Kota Denapasar. Pasar Tenten atau juga pasar dadakan ini yang melibatkan seluruh kemponen masyarakat Pedungan diharapkan kedepannya bisa terus berlanjut.
Sementara Ketua Sekeha Truna Dharma Santhi, Gede Purnamadi mengaku dengan dilibatkannya sekaha truna dalam pengelolaan pasar Tenten ini membuat generasi muda menjadi lebih kreativ serta dapat melakukan hal-hal positif terlebih bertepatan dengan hari Raya Galungan dan Kuningan. Lebih lanjut Purnamadi menambahkan dibandingkan dengan pelaksanaan Pasar Tenten partama kali yaitu enam bulan lalu, pasar Tenten kedua ini mendapatkan sambutan sangat antusias dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pedangan yang mengikuti pasar Tenten ini mengalami peningkatan. Untuk pasar Tenten pertama diikuti sebanyak 150 pedagang dan pasar Tenten kedua sekaran ini diikuti 178 pedagang. Antusias masyarakat juga terlihat dari padatnya pengunjung yang mengunjungi pasar Tenten ini. ”Kita harapkan pelaksanaan pasar Tenten ini kedepannya bisa terus belanjut,” ujar Purnamadi. (Gst)
sumber artikel: klik disini
Senin, 22 Maret 2010
NYEJER
Pamahbah: Orti mabasa Bali puniki wantah anut ring budaya Baline kadi mangkin. Utamin ipun anak-anak muda utawi anak gaul mangdane sareng-sareng taler ulatiang indik sakadi puniki, bilih ipun basa Bali sane kasurat ring ungkur teleb pisan dagingnyane. Ngiring sareng-sareng wacen, nureksa lan telebang kayun soang-soang Nyejer |
Olih I Wayan Lugraha Sarahina sesampun kamargiang upakara Melasti Déwa Cili, nemoning panglong a pisan sasih Kasa Prawatek Déwata sajebag Désa Pakraman Kutuh kalinggihang ring Balé Panjang utawi Balé Agung Pura Desa. Nganutin dresta krama désa ring galah puniki ngaturang upakara pinaka srana bakti ring sesuhunan makasami. Saking semeng jantos wengi kramane rauh slegenti ngaturang bakti. Wénten sané wau rauh, wénten sané budal. Yukti rame pisan kawéntenané. Upacara puniki kawastanin upacara Nyejer. Nyejer kruna lingganipun jejer sané maartos ajeg, jegjeg, tegak. Jejerang, ajegang, jegjegang maarti tegakkan. Ring upacara Nyejer madué kasuksman sané dahating utama sané patut kauningin, resepang tur laksanayang. Prawatek Déwata sané kanyasayang antuk pratima, arca, lan sané tiosan wénten sané marupa macan, singa, lembu, jangkep taler antuk uparengga, mabusana sarwa dumilah lan suci. Ring pakraman Kutuh indik Prawatek Déwata punika kabawos Auban. Satmaka betara-betari makasami (kabeh) tedun sané pacang nodia, micayang pawarah-warah ring damuh ida makasami. Ida sesuhunan saking niskala pacang parama lédang yan pradé krama sangkaning bakti madasar tulus nunas karahayuan. Ida saking niskala sampun masikian ring sané kanyasayang antuk parikrama “parum agung niskala” ring Balé Panjang. Sapunapi sapatutnyané krama makasami? Sangkaning “parum agung niskala” raris metu pikayun pacang nulad parilaksana punika. Sida raris ring sakala krama gilik saguluk salunglung sabayantaka paras parau sarpanaya. Wantah puniki sané syarat jujur ring kahuripan sajeroning désa pakraman. Kapikukuhan nyejerang, ngajegang dresta agama ring kahuripan. Pamargin dresta agama ring désa pakraman mangdané tetep lestari sadirga yusa. Yan pradé krama nénten magilikan janten pisan nénten sida pacang ngamargiang dresta agama. Désa pakraman wantah genah utama ngajegang agama sané kalimbakang antuk dresta mawacara. Ring upacara Nyejerpuniki satiosan mangaturang sembah bakti ring sesuhunan taler utama pisan anggé matemu wirasa ring pasametonan, anggé ngraketang pasawitran, pakulawargan, pasidikaran miwah sakancanipun. Para pamangku, prajuru, panglingsir, moncol désa pinaka conto sané becik anggé tetuladan. Galah puniki becik anggé srana madharma tula niténin indik dresta, agama, dharmaning kahuripan makapamekas indik nyungsung sesuhunan ring désa pakraman. Taler para yowana nénten surud-surud malajahang angga, setata pedek tangkil ring sesuhunan, parek ring para panglingsir, moncol désa santukan wantah yowana sané pinaka pawaris dresta agama. Sapasira malih yan tan yowana pacang nglestariang indik dresta agama druéné. Nyejerang agama boya ja sarahina kéwanten, nanging mangda sarahina-rahina. Ngajegang dresta agama boya ring pura kéwanten sapatutnyané ring sahananing lampah lan genah. Upacara Nyejer pinaka salah sinunggil tunggul pangeling-eling mangda i manusa satata jejer, éling ring kasuksman urip. Sanghyang Widi Wasa nedunang agama pinaka titi pangancan ring kahuripan sané kabuatang pisan olih i manusa. Titi agama puniki sane kalimbakang marupa makudang-kudang sastra agama sané anggé sepat siku nuntun kahuripan. Kabaosang wantah i manusa wantah sane kanugrahin Tri Pramana inggih punika bayu, sabda, lan idep. Pramana idep puniki sané minayang manusa ring prani sané tiosan minakadi buron lan tumuwuh. Buron madué dwi pramana inggih punika bayu lan sabda. Tumuwuh madué éka pramana wantah bayu kéwanten. Sangkaning idep puniki i manusa prasida pacang mawiwéka ring kahuripannyané. Rumasuk sapunapi ngemban urip sané patut. Mautsaha setata migunayang wiwéka antuk pangancan sanghyang agama taler maduluran nunas ica ring sesuhunan. I manusa wantah mautsaha nanging sané mastikayang wantah ida sesuhunan. Sangkaning wiwéka i manusa ngrincikang pamargin agama raris ngwetuang budaya agama. Ring sajeroning magama Hindu sané patut kawangun wantah budaya Hindu. Malarapan budaya kasinahang agama punika. Duaning asapunika “Ngiring ngabudayaang agama, boya ngagamayang budaya.” Orti puniki kasalin saking babonnyane iriki (durus klik kemanten) |
MECARU KESANGA 2010
Slide lan Video sane polih kaunggahang prasida mangkin klik iriki:
Slide show Pecaruan/kesanga
Video ngiderang caru
MUNGGEL PRATIMA RING PURA DALEM PAKERISAN
Sangkaning metu saking pikayun para pangemong Pura Dalem Pakerisan jaga ngamecikang pratima druwene, riyantukan kasinahang pratima druwena sampun kaon lan sampun saking sue pisan nenten naenang kabecikang. Puniki mawinan ring rahina Buda 3 Februari 2010 para pangemong ngemargiang pamunggelan pratima druwene ring Pura Dalem Pakerisan. Sang sulinggih sane muput karya puniki lan Ida Bagus Wayan kasaseringan olih Ida Bagus Ketut sane ngelanturang pemargi "ngodak" pecanangan druwene.
Minggu, 21 Maret 2010
PUJAWALI RING PURA SARIN PEKEN
Minggu, 28 Februari 2010
PENCERAHAN KARYA NGUSABHA DESA
Keterangan Foto: (dari kiri ke kanan lalu ke bawah)
1. Pemberi pencerahan Drs. Ida Bagus Gde Sudharsana, Ketua Yayasan Dharma Acarya
2, 3 Ketua Yayasan Dharma Acarya ketika memberi pencerahan dihadapan para pemangku Pura Kahyangan Tiga dan Jero Bendesa ketika membuka acara "Dharmatula Ngusabha Desa dalam konteks Sastra"
4. Tokoh masyakat dan para peserta dharmatula
Dalam rangkaian rencana Desa Pakraman untuk melaksanakan Karya Agung: Ngusabha Desa di desa Pakraman Pedungan, prajuru desa dalam hal ini Bendesa berinisiatif melaksanakan acara pencerahan mengenai Karya Ngusabha dalam konteks sastra. Pencerahan ini dibawakan oleh Drs. Ida Bagus Gde Sudharsana atas nama Yayasan beliau yang diikuti oleh para pemangku Pura Kahyangan Tiga beserta pemangku prasanak, kemudian diikuti pula oleh prajuru banjar di desa pakraman Pedungan
Minggu, 21 Februari 2010
KAHYANGAN TIGA DESA PEDUNGAN
PELINGGIH RING PURA PUSEH
Sketsa Pura Puseh:
Keterangan:
- Gedong Ida Pemayun Putra
- Gedong Susunan
- Gedong Pemayun Kembar
- Gedong Presanak dalem Sakenan
- Gedong Penyarikan
- Gedong Penyawangan Gunung Agung
- Gedong Ida Ratu Ayu Mas Manik
- Gedong Ratu Ayu
- Gedong Ratu Ayu Kerab Jagat
- Bale piyasan Susunan Puseh
- Bale pinyasan Pemayun Penyarikan
- Bale pinyasan Pemayun Kembar
- Gedong Ratu Made
- Gedong Ratu Ayu Naga Gombang (Pelancan)
- Penyawagan Bethara Bayu
- Gedong Pragina
- Bale Paselang
- Bale Gong
- Bale Pesantian
- Gedong Pelancan Gerombong Selem
- Bale Wantilan
- Bale Kulkul
Anggara Kasih Medangsya >Pujawali Ida Rikala Pujawali ngembak prabiya samian saking desa, prabiya bangunan physic saking desa, wantah sane manomor: 2,6,10,17,18,19,22.
Catatan:: Rikala pujawali Ratu Made Agung sinamian Tumpek Wayang medaging ngebek lan ngempet . Yening pujawaline ngempet, pelawatan druwena tangkil ke pura Panca Pendawa Pejeng Aji Tegalalang yening pujawaline ngembak wentah wenten wantuan saking desa 50% saking prabiya sane katelasang nanging yening ngempet wantah wentan wantuan saking desa marupa angkutan 2 (mobil iruzu/mini bus) kaenggen tangkil ke Pura Pejeng Aji. Nyabran sasih (ngelimon) katurang penyamblehan ayam ring pelancah ratu ayu. Prabiyan saking 2 banjar (Puseh lan menesa). Ring penyamblehan sasih sane ke 3 (bulan ke 3) Ratu Ayu melancaran ke Pura Desa lan Pura Dalem.
Pemangku: Wyn. Suka
Pengurus: Ketua I: Wyn. Suendi
Ketua II: Wyn. Riki
Sekretaris: Kd. Ariawan
Bendahara: Md. Jaya
PELINGGIH RING PURA DESA
Sketsa Denah Pura Desa
Keterangan:
- Gedong susunan Desa (susunanAgung luhurin)
- Padmasana (susunan Ketut Agung)
- Ratu Ayu gunung Agung
- Pemayun agung
- Tajuk pemayun Agung
- Gedong Ngurah Agung
- Gedong penyarikan
- Tajuk Ngurah Agung
- Tayuk susunan Agung Desa
- Kori Agung
- Bebentelan
- Semer
- Gedong Tu Made Pejangalan
- Taluk Tu Made Pejangalan
- Semer
- Bale Panjang/Agung
- Bale gong
- Bale kulkul
- Candi Betar kaler
- Candi Betar kauh
- Pemayun macan gading
- Pemayun murti (Naga)
- Bale piyan/bale banten
- Bale pererauhan
- Bale pesalin Pemangku
- Tugu
IDA BHETARA SANE MALINGGIH RING PURA DESA
- Susunan Agung
- Susunan Ketut Agung,
- Ratu Ayu Basukih
- Ratu Ayu Gunung Agung
- Ratu Ayu Dewi Danu
- Susunan wadan
- Sanak-sanak Ida
- Pemayun Agung
- Ngurah Agung
- Ratu Made Bima
- Pemayun Cakrageni
- Pemayun Matur Cakti
- Pemayun Gatot Kaca
- Tu Made Pejagalan
- Tu Made Agung
- Pemayun Putra
- Pemayun Alit
- Pemayun Lanang Bendega
- Ratu Ayu Mas Manik Tasikin Segara
- susunan Wadun
- Pemayun murti
- Pemayun Majapahit
- Bojok barak
- Bojok Alit
- Bojok salem
- Ratu Ayu Bang
- Ratu Ayu Alit
- Balang tamak
- Ratu Gede Penyarikan
¬ Bale Iringan, juru song-song, juru pudut
- Gerombong selem
- Liak barak
- Liak gundul
- Kala bang
- Kale ireng
- Pemayun macan gading
- Pemayun anom
KE SAH IDA BETARA
- Ratu Ayu Basukih, Pemayun murti > saking Pura Besakih
- Pemayun macan gading > saking pura andakasa
- Pemayun Bojok Barak, Bojok Alit > Pura Lempuyang
4. Bojok Selem > Alas Harum
- Ratu Ayu Bang > saking Pura Batur
- Tu Made Pejagalan > saking Dalem Peed
- Tu Made Bima > saking Pura Goa Gong
- Pemayun Lanang Bendega, > Ratu Ayu Mas Manik Tasiking segara > saking Pura Susunan Wadan Sekenan
Catatan :
Setiap Buda Cemeng Kelawu (6 bulan sekali) sepatutnya tangkil ke Pura Besakih (Puseh Jagat:Besukihan Penataran Agung, lan Pura Rambut Sedana, Pura Goa Raja), namun dalam pelaksanaannya hanya 1 tahun sekali tangkil ke Pura tersebut.
Upakara Ring Pujawali (Anggara Kliwon Medangsia)
Antara lain:
1. Udel kurenan 3 soroh
2.Pulogembal 1
3.Sesayut pengambian 8 soroh
4.Pejati kurang-lebih 50
5.Daksina lingging 50
6.Nasi linggih 50
7.Kawas 250
8.Canang 1.500
9.Pesucian 75
10.Jaja kukus linggih 50
11.Jaja pemendakan 75
12.Suci 18
13.Lebah 8
14.Penjor 12 & lamak gede/cenik & sampian secukupnya
Selasa, 09 Februari 2010
MENGENAL TOKOH MASYARAKAT PEDUNGAN

Nama : I Nyoman Subaga
Kelian Banjar Kaja, Desa Pedungan

Nama : I Gede Darsana
Kelian Banjar Karangsuwung, Desa Pedungan
Nama : I Nyoman Kari Darsana
Kelian Banjar Menesa, Desa Pedungan
Nama : I Wayan Widana
Kelian Banjar Begawan, Desa Pedungan
Nama : I Wayan Manggis
Kelian Banjar Pitik, Desa Pedungan

Nama : I Nyoman Karyasa
Kelian Banjar Sawah, Desa Pedungan

Nama : I Made Sukra
Kelian Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Pedungan
Nama : I Made Sudasna
Kelian Banjar Puseh, Desa Pedungan
Nama : I Made Suamba
Kelian Banjar Ambengan, Desa Pedungan
Nama : I Made Badra
Kelian Banjar Pesanggaran, Desa Pedungan
Nama : A.A. Pt. Adi
Kelian Banjar Sama, Desa Pedungan
Nama : A.A. Oka Mandia
Kelian Banjar Pande, Desa Pedungan

Nama : A.A. Made Ngurah
Kelian Banjar Geladag, Desa Pedungan
Nama : A.A. Gd. Oka
Kelian Banjar Kepisah, Desa Pedungan
Senin, 08 Februari 2010
GAMBUH MASOLAH DI PURA DALEM KAUH PEJENG AJI DESA TEGALALANG
Serangkaian dengan hari raya Tumpek Wayang, dimana Pura Puseh Desa Pedungan secara rutin melaksanakan Upacara khusus untuk kesenian Gambuh pada hari Saniscara Kajeng Kliwon Wuku Wayang. Besok harinya, Minggu seperti biasanya setiap tahun sekali Sesuhunan Ratu Ayu beserta sekeha Gambuh pedek tangkil ke Pura Dalem Kauh banjar Pejeng Aji di Desa Tegalalag – Gianyar.
Selintas sejarah: Kapan kegiatan tangkil ini dimulai? Mengapa aktivitas ini terjadi hingga saat ini? Menurut keterangan Ketua Sekeha Gambuh I Wayan Sukana, bahwa secara pasti sulit dipastikan kapan mulainya kegiatan tangkilnya Gambuh di Pura Puseh Desa Pedungan ke Pura Dalem Kauh banjar Pejeng Aji di Desa Tegalalag – Gianyar ini. Hanya dapat diperkirakan karena itu sudah terjadi sejak lama (purwa dresta – ini terjadi sejak dulu), mungkin lebih dari 200 tahun yang lalu dengan perkiraan pekaknya I Wayan Sukana menceritakan katanya sudah “nami” (mewarisi) seperti ini menurut pekaknya juga (kakek buyut).
Kenapa ini sampai terjadi? Juga tidak bisa dipastikan karena tidak ada catatan yang tertinggal yang mampu menjelaskan hal ini. Hanya menurut perkiraan pula bahwa ini berkaitan dengan jenis kesenian (tari Gambuh) yang besar kemungkinan datangnya dari Desa Tegalalang, sehingga untuk tidak terjadinya hilangnya hubungan itu maka setiap setahun sekali kegiatan tangkil ini diadakan oleh Pengemong Pura Puseh Desa Pedungan.
Ada beberapa kesenian atau sekeha yang terlibat dalam kegiatan di Pura Dalem Kauh Pejeng Aji, seperti:
- Geguntangan dengan sekeha Arja Negaknya
- Gamelan Selonding milik Desa yang merupakan hadiah dari pihak Puri Peliatan
- Sekeha Gong Desa yang ngaturang ayah setiap Rerahinan seperti saat ini Saniscara 7 Februari 2010
- Sekeha Tari Gambuh Desa Pedungan
Ada yang menarik pada setiap kali mengikuti acara seperti ini, senantiasa ada turis manca negara yang ikut serta dalam upacara ini sekalipun hanya sebagai penonton yang mengamati bagaimana orang Bali melakukan upacara keagamaannya, sekalian juga menikmati kesenian Bali secara gratis. Namun untuk upacara kali ini ada yang khusus, karena saat tampilnya Tarian Gambuh, ada seorang penabuh asing (Jepang) yang aktif dalam meniup seruling Gambuh yang demikian panjangnya. Agak aneh memang, belum pernah wanita Bali yang meniup seruling Gambuh. Iseng menanyakan gadis si peniup seruling Gambuh itu, namanya Masako yang menekuni Gambuh khusus seruling sejak 2 (dua) tahun yang lalu.